Timnas Irlandia Utara datang dengan mimpi besar: mengakhiri penantian panjang menuju Piala Dunia FIFA 2026. Namun, mereka harus menghadapi rintangan berat melawan Timnas Italia di Bergamo.
Pelatih Michael O’Neill melihat tekanan besar justru ada di kubu Italia—yang tak ingin gagal lolos untuk ketiga kalinya secara beruntun.
“Tekanan itu milik mereka,” tegas O’Neill.
Strategi: Balikkan Tekanan
O’Neill menegaskan, kunci laga bukan perang kata di media, melainkan pendekatan di lapangan. Targetnya jelas: membuat Italia frustrasi sepanjang pertandingan.
Jika berhasil, dukungan publik tuan rumah bisa berubah menjadi tekanan bagi tim sendiri.
Krisis di Lini Belakang
Irlandia Utara datang dengan masalah serius. Bek andalan Dan Ballard dipastikan absen karena cedera hamstring.
Sebelumnya, Conor Bradley juga sudah lebih dulu menepi. Situasi ini memaksa O’Neill meracik lini belakang darurat, termasuk memanggil Tom Atcheson.
Harapan dari Tenaga Baru
Di tengah krisis, kabar baik datang dari kembalinya Ali McCann yang siap tampil di lini tengah.
Selain itu, Pierce Charles dan Shea Charles juga kembali tersedia, memberi tambahan opsi bagi tim.
Mental Jadi Penentu
Menghadapi Italia di kandangnya bukan hanya soal taktik, tapi mental. Irlandia Utara harus bermain tanpa rasa takut dan memanfaatkan setiap celah.
