Fenomena baru terjadi di sepak bola Indonesia. Sejumlah pemain naturalisasi yang sebelumnya berkarier di luar negeri kini memutuskan untuk kembali merumput di kompetisi domestik. Langkah ini dianggap mengikuti jejak yang sudah lebih dulu dilakukan oleh para pemain naturalisasi Malaysia, yang banyak memilih bermain di liga lokal setelah proses perpindahan kewarganegaraan mereka rampung.
Kehadiran pemain diaspora maupun naturalisasi di BRI Liga 1 disebut membawa banyak keuntungan. Selain meningkatkan kualitas kompetisi, kehadiran mereka juga memudahkan koordinasi dengan pelatih Timnas Indonesia karena para pemain berada di dalam negeri. Situasi ini tentu berbeda dibandingkan ketika mereka masih bermain di Eropa, yang sering kali menyulitkan dari segi jadwal pemanggilan maupun adaptasi kondisi lapangan di Asia Tenggara.
Salah satu alasan utama kembalinya pemain-pemain ini adalah faktor kesempatan bermain. Tidak sedikit dari mereka yang kesulitan mendapatkan menit bermain reguler di klub Eropa, sehingga kembali ke Indonesia dipandang sebagai opsi realistis agar tetap tampil kompetitif. Selain itu, dukungan besar dari suporter lokal juga menjadi daya tarik tersendiri.
PSSI sendiri menyambut positif tren ini. Kehadiran pemain naturalisasi di liga domestik diyakini dapat mengangkat level permainan, meningkatkan daya saing tim, dan memberi pengalaman berbeda bagi pemain lokal. Para pengamat menilai, jika tren ini berlanjut, BRI Liga 1 bisa menjadi salah satu liga terkuat di kawasan Asia Tenggara.
Kini, publik sepak bola Tanah Air menantikan bagaimana kiprah para pemain naturalisasi tersebut bersama klub barunya. Apakah mereka mampu memberi dampak besar bagi tim yang dibela, sekaligus menjaga performa agar tetap kompetitif saat membela Garuda di level internasional.