Bayer Leverkusen menorehkan catatan bersejarah di kompetisi Eropa. Untuk pertama kalinya, klub berjuluk Die Werkself itu mampu memenangi laga tandang fase gugur Liga Champions usai menaklukkan Olympiakos dengan skor 2-0 di Stadion Giorgios Karaiskakis, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB. Dua gol kemenangan wakil Jerman tersebut seluruhnya dicetak oleh striker andalan mereka, Patrik Schick.
Kemenangan ini menjadi momentum penting bagi Leverkusen. Selain memutus tren tanpa kemenangan dalam empat kunjungan terakhir ke Yunani, mereka juga memperpanjang laju positif dengan meraih enam kemenangan dari tujuh pertandingan terakhir, sejak takluk dari Olympiakos pada Januari lalu.
Sebaliknya, hasil ini mempertegas inkonsistensi Olympiakos yang kini hanya mencatat satu kemenangan dalam lima laga terakhir. Asa mereka untuk kembali menembus babak 16 besar seperti musim 2013/14 pun berada dalam situasi sulit.
Babak Pertama Olympiakos vs Leverkusen
Bertandang ke markas Olympiakos—yang juga sempat mereka kalahkan 2-0 di fase liga—Leverkusen tidak langsung menguasai jalannya laga. Tuan rumah justru tampil menekan sejak menit awal. Mehdi Taremi memperoleh peluang emas setelah menerima bola panjang, tetapi penyelesaiannya masih melebar.
Leverkusen membalas lewat peluang Schick dari jarak dekat, namun upayanya mampu digagalkan kiper Konstantinos Tzolakis. Ernest Poku juga nyaris membawa tim tamu unggul melalui sepakan menyilang yang tipis melebar dari tiang jauh.
Tekanan Olympiakos terus berlanjut. Gelson Martins mencatatkan tembakan tepat sasaran pertama bagi timnya, tetapi berhasil diamankan kiper Leverkusen. Di sisi lain, Tzolakis tampil gemilang saat menggagalkan peluang emas Ibrahim Maza dari jarak sangat dekat—penyelamatan refleksnya membuat bola membentur mistar.
Menjelang turun minum, Olympiakos sempat mencetak gol lewat sontekan Ayoub El Kaabi. Namun, VAR menganulirnya karena offside. Skor 0-0 pun bertahan hingga jeda.
Babak Kedua Olympiakos vs Leverkusen
Memasuki babak kedua, Olympiakos kembali mencoba mengambil inisiatif. Tembakan jarak jauh Martins masih melambung tipis, sementara sundulan Giulian Biancone belum tepat sasaran. Serangkaian peluang yang terbuang itu akhirnya harus dibayar mahal.
Leverkusen memecah kebuntuan pada pertengahan babak kedua. Umpan terobosan matang dari Poku disambut Schick dengan pergerakan terukur sebelum melepaskan sepakan melengkung yang tak mampu dijangkau Tzolakis. Gol tersebut meningkatkan kepercayaan diri tim tamu.
Hanya tiga menit berselang, Schick kembali mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan situasi sepak pojok, ia berdiri tanpa kawalan dan menanduk bola dengan tenang ke dalam gawang. Meski Tzolakis sempat bereaksi, bola tetap meluncur masuk. Gol itu menjadi yang keempat bagi Schick dalam empat laga terakhirnya di semua kompetisi.
Tertinggal dua gol, performa Olympiakos menurun signifikan. Upaya pemain pengganti Lorenzo Scipioni lewat tembakan melengkung belum membuahkan hasil. Sementara itu, Leverkusen sebenarnya berpeluang menambah keunggulan andaikan Schick mampu memaksimalkan satu kesempatan emas lainnya.
