Hasil Chelsea vs Arsenal: The Gunners Menang di Stamford Bridge, Tiket Final Masih Terbuka

Arsenal mengambil langkah penting menuju final Carabao Cup usai meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Chelsea pada leg pertama semifinal di Stamford Bridge, Kamis (15/1/2026) dini hari WIB. Meski membawa pulang keunggulan, hasil ini belum sepenuhnya menjamin langkah The Gunners ke partai puncak.

Bertindak sebagai tim tamu, pasukan Mikel Arteta tampil efisien dan klinis. Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Arsenal menjadi 10 laga di semua kompetisi, sekaligus menodai debut kandang Liam Rosenior sebagai manajer Chelsea.

Keunggulan Arsenal hadir lebih cepat dari perkiraan dan terasa ironis. Rosenior sebelumnya menegaskan bahwa Arsenal bukan tim yang bergantung pada bola mati, namun justru dari situasi tersebut pertahanan Chelsea runtuh.

Sepak pojok Declan Rice disambut sundulan Ben White. Robert Sánchez tampak ragu untuk keluar menjemput bola, memungkinkan White mencatatkan gol pembuka. Gol ini menjadi momen spesial bagi sang bek, yang terakhir kali menjebol gawang Chelsea pada April 2024 dengan dua gol sekaligus.

Chelsea merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Enzo Fernández mengirim umpan terukur kepada João Pedro, tetapi penyelesaian akhirnya masih melebar. Ancaman lain datang dari Estêvão yang menusuk dari sisi kanan, meski upayanya mampu dimentahkan Kepa Arrizabalaga.

Di sisi lain, Arsenal nyaris menggandakan keunggulan. Tembakan jarak jauh William Saliba hanya melayang tipis di atas mistar gawang Chelsea.

Babak Kedua

Arsenal kembali tampil agresif usai jeda. Baru lima menit babak kedua berjalan, kombinasi Bukayo Saka dan Ben White di sisi kanan berbuah gol kedua.

Umpan silang White gagal diamankan dengan sempurna oleh Sánchez, dan Viktor Gyökeres dengan sigap memanfaatkan bola liar untuk memperlebar keunggulan tim tamu.

Chelsea kemudian memasukkan Alejandro Garnacho, sebuah keputusan yang langsung memberi dampak signifikan. Empat menit berselang, winger asal Argentina itu memperkecil ketertinggalan lewat sepakan akurat memanfaatkan assist Pedro Neto.

Saat harapan publik tuan rumah mulai tumbuh, Arsenal kembali menunjukkan ketajamannya. Gyökeres kali ini berperan sebagai kreator sebelum Martín Zubimendi melakukan solo run melewati barisan pertahanan Chelsea dan melepaskan tembakan kaki kiri yang tak mampu dibendung Sánchez.

Meski Sánchez sempat menebus kesalahannya dengan menggagalkan peluang Mikel Merino, tekanan Arsenal tetap konsisten. Namun keunggulan tim tamu belum sepenuhnya aman.

Garnacho kembali mencatatkan namanya di papan skor, memperkecil kedudukan menjadi 3-2 melalui kemelut hasil sepak pojok yang diawali pergerakan Neto. Chelsea terus menekan demi gol penyeimbang, tetapi hingga peluit akhir berbunyi, skor tetap bertahan.

Kendati menelan kekalahan, Rosenior masih dapat memetik sisi positif dari semangat juang skuad mudanya yang terus menyerang hingga menit terakhir. Sementara bagi Arsenal, kemenangan ini terasa belum sepenuhnya menenangkan. Dengan selisih satu gol, Arteta sadar betul bahwa peluang ke final masih terbuka dan leg kedua akan menjadi ujian sesungguhnya.

Susunan Pemain

Chelsea: Robert Sánchez; Josh Acheampong, Wesley Fofana, Trevoh Chalobah, Marc Cucurella; Andrey Santos, Enzo Fernández; Estêvão, João Pedro, Pedro Neto; Marc Guiu.
Pelatih: Liam Rosenior.

Arsenal: Kepa Arrizabalaga; Ben White, William Saliba, Gabriel Magalhães, Jurriën Timber; Martin Ødegaard, Martín Zubimendi, Declan Rice; Bukayo Saka, Viktor Gyökeres, Leandro Trossard.
Pelatih: Mikel Arteta.

Mungkin Anda Menyukai