Gustavo Franca Resmi Gabung Arema FC, Diperkenalkan saat Tim Singo Edan Berduka

Arema FC meresmikan satu rekrutan baru untuk putaran kedua BRI Super League musim ini, yaitu Gustavo Franca. Pemain asal Brasil ini sebelumnya memperkuat Persija Jakarta pada putaran pertama.

Franca dilepas Persija karena dianggap minim kontribusi, dengan catatan hanya satu gol dan satu assist dari 13 pertandingan. Arema, yang dijuluki Singo Edan, bersedia menampungnya dan optimistis dapat menghadirkan performa lebih apik dari sang gelandang berusia 27 tahun.

Namun, kedatangan Franca terjadi di tengah situasi yang berbeda. Arema masih berduka setelah kehilangan asisten pelatih sekaligus legenda klub, Kuncoro, yang meninggal dunia pada Minggu (18/1/2026).


Langsung Ikut Latihan

Franca menjalani latihan perdana pada Selasa (20/1/2026) dalam suasana agak kaku. Biasanya, almarhum Kuncoro yang mencairkan suasana latihan dengan candaan dan interaksi dengan pemain baru, membuat adaptasi menjadi lebih cepat.

“Arema masih berduka karena baru saja ditinggalkan salah satu legenda terbaik. Harapannya, Franca dan pemain lain dapat terinspirasi dari kegigihan, totalitas, dan loyalitas tanpa batas mendiang Coach Kuncoro,” ujar General Manager Arema, Yusinal Fitriandi.

Franca sendiri belum pernah bekerja sama dengan Kuncoro, namun manajemen sudah memberi informasi mengenai dedikasi dan pengaruh besar sang legenda bagi klub.

Awalnya, Franca dijadwalkan diperkenalkan pada Senin (19/1/2026) dan ikut latihan perdana pada hari yang sama. Namun, sesi latihan ditunda karena suasana berduka masih menyelimuti tim.


Optimistis Cepat Beradaptasi

Meski situasi duka masih terasa, Franca menjalani latihan perdana dengan baik dan berusaha beradaptasi dengan tim. Kehadiran beberapa pemain asal Brasil membuat proses adaptasinya lebih mudah.

“Saya sudah enam bulan berada di Indonesia, jadi adaptasi akan lebih baik sekarang. Saya juga lebih mengenal negara ini, dan istri saya sudah di sini. Kami akan lebih banyak mengenal Malang,” jelas Franca.

Di Persija, Franca belum bisa menunjukkan semua kemampuan karena lebih sering tampil sebagai pemain pengganti. Di Arema, ia diharapkan menjadi pengatur serangan sekaligus menyuplai bola kepada striker andalan klub, Dalberto Luan.

Mungkin Anda Menyukai