Malam Kelam Real Madrid di Portugal
Laga penuh drama tersaji saat Benfica menjamu Real Madrid dalam pertandingan yang berlangsung sengit hingga menit akhir. Dalam duel yang diguyur hujan dan tensi tinggi, wakil Portugal sukses menumbangkan raksasa Spanyol dengan skor mencolok 4-2. Momen paling ikonik? Sundulan kiper Benfica di masa injury time yang menjadi penutup kemenangan bersejarah.
Sejak awal laga, Benfica tampil tanpa rasa gentar meski menghadapi tim bertabur bintang seperti Real Madrid. Intensitas tinggi langsung diperagakan pasukan As Águias, memaksa Los Blancos bermain lebih bertahan dari biasanya. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil, dengan Benfica unggul lebih dulu lewat skema serangan cepat yang memanfaatkan celah di lini belakang Madrid.
Real Madrid sempat bangkit dan mencoba mengendalikan permainan. Namun, performa lini tengah yang kurang solid membuat aliran bola tidak berjalan mulus. Beberapa peluang emas gagal dikonversi menjadi gol, sementara Benfica tampil lebih efektif dan disiplin dalam bertahan maupun menyerang.
Memasuki babak kedua, laga kian terbuka. Gol balasan dari Real Madrid sempat membangkitkan harapan, tetapi Benfica kembali menunjukkan mentalitas kuat. Dua gol tambahan membuat tuan rumah unggul 3-2 dan semakin percaya diri menghadapi tekanan akhir laga.
Trubin Jadi Mimpi Buruk Madrid
Drama sesungguhnya terjadi di masa injury time. Saat Real Madrid mati-matian menyerang demi menyamakan kedudukan, Benfica justru mendapatkan situasi bola mati. Secara mengejutkan, kiper Benfica, Anatoliy Trubin, maju ke kotak penalti lawan. Tak ada yang menyangka, sundulan sang penjaga gawang sukses menaklukkan kiper Real Madrid dan menggetarkan jala gawang.
Gol tersebut sontak membungkam stadion dan menjadi simbol malam kelam bagi Los Blancos. Skor berubah menjadi 4-2 dan memastikan kemenangan spektakuler Benfica. Sundulan Trubin pun langsung viral dan disebut sebagai salah satu momen paling gila musim ini.
Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi Real Madrid yang tampil jauh dari kata meyakinkan. Lini pertahanan rapuh, koordinasi buruk, serta minimnya kreativitas membuat mereka harus menerima hasil pahit di laga tandang. Pasukan asuhan Álvaro Arbeloa kini dipastikan harus menjalani babak play-off dua leg yang berat demi menjaga asa lolos ke fase berikutnya.
Sementara itu, kemenangan ini semakin menegaskan Benfica sebagai kekuatan yang tak bisa dipandang sebelah mata di kompetisi Eropa. Bermain dengan determinasi, keberanian, dan disiplin tinggi, mereka sukses mempermalukan salah satu klub terbesar dunia.
