Laga PSG vs Liverpool pada leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026 di Parc des Princes menyisakan sorotan tajam, terutama kepada sang kapten The Reds, Virgil van Dijk. Dalam pertandingan yang berakhir 0-2 untuk kemenangan PSG, bek asal Belanda itu kembali memperlihatkan momen unik yang langsung viral di media sosial.
Liverpool tampil di bawah tekanan sejak awal laga. Dominasi PSG membuat lini pertahanan tim tamu kesulitan mengantisipasi serangan demi serangan. Gol cepat Desire Doue pada menit ke-11 disusul Khvicha Kvaratskhelia di menit ke-65 memastikan kemenangan tuan rumah, sekaligus memberi pekerjaan berat bagi Liverpool jelang leg kedua di Anfield.
Di tengah tekanan tersebut, satu momen dari Van Dijk menjadi perhatian publik. Dalam situasi bertahan, ia terlihat memalingkan wajah dan membelakangi arah bola saat menghadapi tembakan lawan. Alih-alih melakukan blok langsung, ia justru menggunakan posisi tubuh yang tidak lazim bagi seorang bek top.
Aksi ini kembali memunculkan istilah “bum defending” yang ramai diperbincangkan warganet. Gerakan tersebut sebenarnya bukan hal baru, karena Van Dijk pernah melakukan hal serupa sebelumnya. Namun, dalam laga penting seperti ini, respons tersebut dinilai kurang tepat dan memicu kritik.
Tak hanya soal momen tersebut, performa Van Dijk secara keseluruhan juga menjadi sorotan. Ia dianggap kurang maksimal dalam memimpin lini belakang saat tim berada dalam tekanan besar. Koordinasi pertahanan Liverpool terlihat rapuh, terutama dalam proses terjadinya gol pertama PSG.
Sebagai kapten, Van Dijk diharapkan mampu menjadi sosok penenang sekaligus pemimpin di lini belakang. Namun di laga ini, ia justru dinilai gagal memberikan contoh yang dibutuhkan tim dalam situasi krusial.
Kekalahan ini membuat Liverpool harus bekerja ekstra keras pada leg kedua. Selain memperbaiki strategi, peningkatan performa individu, khususnya di sektor pertahanan, akan menjadi kunci jika mereka ingin membalikkan keadaan dan menjaga asa lolos ke semifinal.
