Masa depan Gennaro Gattuso bersama Italia mulai dipertanyakan usai kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026. Namun, sang pelatih memilih untuk tidak membahas kemungkinan mundur dalam waktu dekat.
Italia harus menelan pil pahit setelah kalah dari Bosnia dan Herzegovina di final playoff. Bermain imbang 1-1 hingga waktu normal, Gli Azzurri akhirnya tumbang lewat adu penalti.
Desakan Mundur Menguat
Kegagalan ini memicu gelombang kritik terhadap Gattuso. Banyak pihak menilai pelatih berusia 48 tahun itu harus bertanggung jawab atas hasil buruk tersebut.
Apalagi, ini menjadi kegagalan ketiga beruntun Italia setelah absen di Piala Dunia 2018 dan Piala Dunia 2022. Kekalahan dari Bosnia yang bukan unggulan semakin memperbesar tekanan.
Gattuso Pilih Bungkam
Menanggapi isu mundur, Gattuso menegaskan bahwa ini bukan momen yang tepat untuk membicarakan masa depannya.
Ia memilih fokus pada situasi tim pasca-kekalahan. Menurutnya, sepak bola memang penuh dinamika—kadang membawa kebahagiaan, kadang juga kekecewaan.
Dukungan dari Federasi
Di tengah tekanan publik, Presiden FIGC Gabriele Gravina justru memberikan dukungan penuh.
Ia menegaskan tidak ada rencana untuk memecat Gattuso, bahkan berharap sang pelatih tetap melanjutkan proyek jangka panjang bersama tim nasional.
