Jakarta – Pelatih Timnas Singapura, Gavin Lee, memberikan apresiasi tinggi atas keputusan PSSI menunjuk John Herdman sebagai pelatih anyar Timnas Indonesia. Menurutnya, Herdman adalah figur pelatih dengan kualitas dan rekam jejak yang sangat mengesankan.
Gavin Lee menilai Herdman sebagai pelatih berpengalaman yang telah membuktikan kapasitasnya di level tertinggi. Ia menyoroti keberhasilan Herdman membawa Timnas Kanada tampil di putaran final Piala Dunia 2026 sebagai pencapaian besar.
Keduanya dipastikan akan saling berhadapan dalam ajang ASEAN Championship 2026, mengingat Timnas Indonesia dan Timnas Singapura tergabung di grup yang sama pada turnamen tersebut.
“Ini jelas merupakan rekrutan yang luar biasa untuk Indonesia. Dia pernah membawa sebuah tim tampil di Piala Dunia, dan itu pencapaian yang sangat impresif,” ujar Gavin Lee kepada awak media di Studio RCTI Plus, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Singapura Siapkan Langkah Matang
Menjelang ASEAN Championship 2026, Gavin Lee menegaskan bahwa Timnas Singapura akan melakukan persiapan menyeluruh. Ia menyadari tantangan besar yang menanti timnya, terutama karena harus menghadapi Indonesia dan Vietnam sejak fase grup.
“Kita akan melihat bagaimana perjalanan mereka ke depan. Yang pasti, kami akan melakukan persiapan dan analisis secara serius,” ucapnya.
Timnas Singapura sendiri dikenal sebagai salah satu kekuatan utama di kawasan Asia Tenggara. Tim berjuluk The Lions itu tercatat telah mengoleksi empat gelar juara ASEAN Championship, menjadikannya tim tersukses kedua dalam sejarah turnamen yang sebelumnya dikenal sebagai Piala AFF.
Fokus Jalani Pertandingan Demi Pertandingan
Meski memiliki tradisi kuat, Gavin Lee belum ingin berbicara jauh mengenai target timnya di ASEAN Championship 2026. Ia menegaskan pendekatan realistis dengan fokus pada setiap tahapan yang dilalui.
“Kami menjalani semuanya selangkah demi selangkah. Satu sesi latihan, satu pertandingan, satu hari pada satu waktu. Setiap kali turun ke lapangan, target kami selalu tiga poin,” jelasnya.
Pelatih berusia 35 tahun itu menambahkan bahwa konsistensi akan menjadi kunci pencapaian Singapura.
“Selama kami melakukan lebih banyak hal yang benar dibandingkan yang salah, kita lihat saja sejauh mana perjalanan kami nanti,” pungkasnya.
