Persib Bandung menunjukkan performa impresif di dua kompetisi berbeda pada musim ini, BRI Super League dan AFC Champions League 2.
Tim berjuluk Maung Bandung sukses menempati puncak klasemen sekaligus menjadi juara paruh musim BRI Super League 2025/2026, mengumpulkan 38 poin dari 17 laga. Di level Asia, Persib juga tampil meyakinkan di ACL 2, lolos ke babak 16 besar sebagai juara Grup G setelah mengungguli Bangkok United, Selangor FC, dan Lion City Sailors.
Meski begitu, di balik performa superior tersebut, Maung Bandung masih memiliki sejumlah PR yang harus dibenahi agar konsistensi mereka tetap terjaga baik di liga domestik maupun level Asia.
Lengah Saat Hadapi Tim Lemah
Persib kerap kesulitan ketika menghadapi tim yang kualitasnya lebih rendah. Dominasi permainan tidak selalu berbuah hasil maksimal.
Contohnya, dua kekalahan Persib di awal musim terjadi melawan tim promosi. Pekan ke-2, mereka kalah 1-2 dari Persijap Jepara di Stadion Bumi Kartini. Lalu, pekan ke-6, Persib secara mengejutkan takluk 1-2 dari Persita Tangerang, padahal secara materi pemain mereka lebih unggul.
Kelelahan Akibat Jadwal Padat
Padatnya jadwal dan perjalanan panjang menjadi tantangan tersendiri bagi Persib. Jika manajemen kebugaran tidak optimal, kelelahan fisik dan mental dapat memengaruhi performa tim.
Hal ini terlihat saat Persib bertandang ke markas Malut United. Mereka hanya memiliki tiga hari untuk recovery dan persiapan setelah melawan Bangkok United di ACL 2. Akibatnya, performa Persib menurun dan harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 0-2.
Masalah Penalti
Sepanjang paruh musim, Persib sering mendapat kesempatan penalti. Total ada 6 tendangan penalti yang diberikan, namun hanya tiga yang berhasil dikonversi menjadi gol.
Beberapa pemain yang gagal mengeksekusi penalti antara lain Uilliam Barros, Marc Klok, Luciano Guaycochea, dan Andrew Jung. Masalah ini tentu menjadi pekerjaan rumah penting, terutama menghadapi laga-laga krusial yang menentukan hasil akhir kompetisi.
