Liverpool terpaksa mengalihkan fokus di bursa transfer musim dingin 2026 setelah rencana mendatangkan Marc Guehi tidak berjalan sesuai harapan. Bek Crystal Palace tersebut memilih bergabung dengan Manchester City, membuat The Reds harus mencari alternatif di lini belakang.
Kegagalan itu datang di tengah kebutuhan mendesak Liverpool akan tambahan bek tengah. Keterbatasan skuad terlihat jelas saat mereka menghadapi Marseille di kompetisi Eropa.
Dalam laga tersebut, Virgil van Dijk berduet dengan Joe Gomez di jantung pertahanan. Absennya Ibrahima Konate karena urusan keluarga membuat Liverpool hanya memiliki dua bek tengah senior yang siap tampil.
Situasi ini semakin menegaskan urgensi Liverpool untuk bergerak cepat di pasar transfer. Manajemen klub tak ingin kembali berada dalam kondisi serupa pada musim mendatang.
Liverpool Bidik Micky van de Ven
Sejumlah laporan menyebut Liverpool kini serius mempertimbangkan Micky van de Ven sebagai target utama. Bek milik Tottenham Hotspur itu dinilai sebagai alternatif ideal setelah pintu menuju Marc Guehi tertutup.
Menurut laporan Daily Mail, Liverpool telah memantau situasi bek asal Belanda tersebut secara intens. Meski masih terikat kontrak hingga 2029, Van de Ven dikabarkan enggan menandatangani perpanjangan kontrak baru.
Kebutuhan Liverpool terhadap bek tengah juga bersifat jangka panjang. Virgil van Dijk kini berusia 34 tahun, sementara masa depan Ibrahima Konate disebut tidak sepenuhnya pasti karena berpotensi hengkang secara gratis di akhir kontraknya.
Joe Gomez memang tampil solid kontra Marseille, namun riwayat cedera yang kerap mengganggu menjadi pertimbangan tersendiri. Selain itu, kontrak Gomez juga hanya tersisa satu tahun pada musim panas mendatang.
Plus Minus Van de Ven bagi Liverpool
Dari sisi profil, Micky van de Ven menawarkan atribut fisik yang menonjol. Kecepatan menjadi keunggulan utamanya, kualitas yang sangat dibutuhkan Liverpool untuk menjaga area pertahanan yang luas.
Bek berusia 24 tahun tersebut bahkan mencatatkan rekor kecepatan tertinggi dalam sejarah Premier League. Pada Februari 2024, ia tercatat berlari hingga 37,38 km/jam saat menghadapi Brentford.
Karakter ini selaras dengan gaya bermain Liverpool yang mengandalkan garis pertahanan tinggi dan bek sayap agresif. Dalam sistem tersebut, bek tengah dituntut mampu mengantisipasi ruang di belakang dengan cepat dan efektif.
Namun demikian, Van de Ven juga memiliki catatan yang perlu dipertimbangkan. Ia telah melewatkan 48 pertandingan sejak musim 2023/2024 akibat cedera, serta dinilai masih perlu meningkatkan kemampuan membangun serangan dari belakang—salah satu aspek krusial dalam skema permainan Liverpool.
