Gabriele Gravina Mundur dari FIGC Usai Timnas Italia Gagal ke Piala Dunia 2026

Gabriele Gravina resmi mengundurkan diri sebagai presiden FIGC menyusul kegagalan Timnas Italia lolos ke Piala Dunia 2026.

Italia kembali harus absen di turnamen terbesar dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Kekalahan dramatis dari Bosnia dan Herzegovina di babak play-off menjadi penyebab utama.

Laga yang digelar di Zenica berlangsung sengit. Italia sempat unggul lebih dulu, namun situasi berubah setelah Alessandro Bastoni menerima kartu merah di babak pertama.

Kegagalan ini memperpanjang puasa tampil Italia di Piala Dunia menjadi setidaknya 16 tahun. Tekanan besar pun tak terhindarkan bagi federasi.

Kekalahan Menyakitkan di Zenica

Italia membuka keunggulan lewat gol cepat Moise Kean yang sempat membangkitkan harapan.

Namun, kartu merah Bastoni mengubah jalannya pertandingan. Bosnia mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk bangkit.

Haris Tabakovic mencetak gol penyama kedudukan, memaksa laga berlanjut hingga babak tambahan dan adu penalti setelah skor 1-1 bertahan.

Adu Penalti Jadi Penentu

Italia gagal tampil maksimal dalam adu penalti. Francesco Pio Esposito dan Bryan Cristante tidak mampu menuntaskan tugasnya dari titik putih.

Sebaliknya, Bosnia tampil sempurna dan memastikan kemenangan sekaligus tiket ke Piala Dunia 2026.

Hasil ini menjadi catatan kelam bagi Italia sebagai salah satu negara dengan sejarah besar di sepak bola dunia.

Dampak Besar bagi Federasi

Kegagalan ini langsung berdampak pada posisi Gravina. Setelah sempat mendapat tekanan dan menolak mundur, ia akhirnya melepas jabatannya dalam rapat darurat FIGC.

Federasi mengumumkan bahwa pemilihan presiden baru akan digelar pada 22 Juni mendatang.

Situasi ini juga membuat masa depan sejumlah figur penting ikut disorot, termasuk pelatih Gennaro Gattuso dan staf kepelatihan seperti Leonardo Bonucci.

Perubahan besar diperkirakan akan terjadi dalam tubuh sepak bola Italia sebagai bagian dari upaya membangun kembali kejayaan mereka.

Mungkin Anda Menyukai