Sorotan tajam datang dari legenda Inggris, Wayne Rooney, usai kemenangan Manchester City atas Arsenal di final Piala Carabao. Rooney menilai masuknya Phil Foden di menit akhir terasa janggal, bahkan menyebutnya seperti “pergantian amal”.
Foden baru dimainkan pada menit ke-90 oleh pelatih Pep Guardiola saat City hampir memastikan kemenangan 2-0 di Wembley. Keputusan itu memunculkan tanda tanya besar, mengingat Foden merupakan salah satu pemain kunci dalam beberapa musim terakhir.
Performa Foden sendiri memang sedang menurun. Pemain berusia 25 tahun itu belum mencetak gol dalam 20 pertandingan terakhir dan hanya menjadi starter dalam empat dari 13 laga terakhir di semua kompetisi. Kondisi ini membuat posisinya mulai tergeser oleh beberapa pemain lain dalam skuad.
Meski begitu, Foden tetap menunjukkan sikap profesional. Ia mengakui bahwa performanya sedang tidak berada di level terbaik, namun bertekad untuk bangkit.
“Sepak bola tidak selalu mudah. Ada naik dan turun, yang penting bagaimana kita kembali,” ujarnya.
Di tengah situasi tersebut, masa depan Foden di level internasional juga mulai dipertanyakan. Meski telah mengoleksi 18 trofi bersama City, peluangnya untuk tampil di Piala Dunia mendatang belum sepenuhnya aman.
Kritik Rooney pun mempertegas bahwa ada sesuatu yang tidak biasa dalam situasi Foden saat ini. Dengan kualitas yang dimilikinya, banyak pihak percaya bahwa ini hanyalah fase sulit sementara.
Kini, semua mata tertuju pada bagaimana Foden merespons tekanan ini—apakah ia mampu bangkit dan kembali menjadi bintang utama di lini serang Manchester City.
