Liverpool sukses mengamankan kemenangan atas Wolverhampton Wanderers di Anfield, namun sorotan utama laga tersebut tertuju pada Florian Wirtz. Gelandang asal Jerman itu akhirnya mencetak gol pertamanya bersama The Reds, momen penting yang terasa lebih dari sekadar tambahan angka di papan skor.
Dua gol Liverpool lahir dalam rentang waktu singkat, hanya 89 detik. Ryan Gravenberch lebih dulu membuka keunggulan sebelum Wirtz menggandakan skor lewat penyelesaian tenang yang tak mampu diantisipasi kiper Wolves, José Sá.
Namun atmosfer stadion berubah drastis setelah gol kedua tercipta. Jika gol pembuka disambut sorak biasa, gol Wirtz memicu gemuruh panjang dari tribun Anfield—luapan kegembiraan sekaligus kelegaan.
Gol Perdana yang Dinanti
Gol ke gawang Wolves menandai akhir penantian panjang Florian Wirtz sejak bergabung dengan Liverpool. Hampir enam bulan atau sekitar 190 hari berlalu sejak ia didatangkan dengan nilai transfer fantastis, mencapai 116 juta poundsterling.
Gol tersebut menjadi simbol bahwa Wirtz akhirnya benar-benar “hadir” di Merseyside. Sambutan hangat suporter mencerminkan kelegaan bahwa proses adaptasinya mulai membuahkan hasil.
Kepercayaan diri Wirtz sejatinya sudah tumbuh sejak pekan sebelumnya, saat ia mencatatkan assist penting untuk Alexander Isak dalam laga kontra Tottenham.
Pujian Mengalir untuk Wirtz
Dalam pertandingan melawan Wolves, Wirtz tampil menonjol terutama di babak pertama. Kreativitasnya terlihat berada satu level di atas pemain lain di lapangan.
Mantan bek Liverpool, Stephen Warnock, bahkan menyebut Wirtz sebagai pemain terbaik dengan selisih yang mencolok.
“Dia paling inventif dan berani mengambil risiko,” ujar Warnock.
Pujian serupa datang dari mantan penyerang timnas Inggris, Ellen White. Ia menilai kualitas Wirtz sudah lengkap, mulai dari keseimbangan tubuh, visi bermain, hingga kemampuan menggunakan kedua kaki. Menurutnya, Wirtz hanya membutuhkan waktu untuk benar-benar menyatu dengan sistem tim.
Statistik turut memperkuat penilaian tersebut. Wirtz sukses menuntaskan tujuh dari sembilan percobaan dribel, catatan yang menempatkannya di jajaran teratas Premier League musim ini, hanya di bawah Iliman Ndiaye dan Jeremy Doku untuk jumlah dribel sukses dalam satu laga.
Chemistry Positif dengan Ekitike
Saat Liverpool kesulitan membongkar pertahanan rapat Wolves, Wirtz justru mampu bergerak lincah di ruang sempit. Ia beberapa kali melewati pemain lawan dengan kontrol dan ketenangan tinggi.
Salah satu momen terbaiknya adalah umpan terobosan dari garis tengah kepada Hugo Ekitike yang menembus empat pemain Wolves, meski peluang tersebut hanya berakhir di tiang gawang.
Kerja sama keduanya akhirnya berbuah hasil. Kali ini Ekitike menjadi pemberi assist, mengirimkan bola matang yang diselesaikan Wirtz dengan sempurna.
Sinergi dua rekrutan besar Liverpool pada bursa transfer musim panas itu menjadi sinyal positif, meski The Reds tetap harus bekerja keras untuk menundukkan tim juru kunci klasemen.
Bagi Liverpool, kemenangan ini bernilai penting dalam perburuan posisi papan atas. Namun bagi Florian Wirtz, malam di Anfield itu bisa menjadi titik balik—gol perdana, performa meyakinkan, dan sambutan luar biasa dari publik Merseyside sebagai awal cerita besar yang selama ini dinantikan.
