Jika keberuntungan dan konsistensi terus berpihak, Fabio Lefundes berpeluang mencatatkan namanya dalam sejarah bersama Borneo FC. Bukan hanya bagi klub asal Samarinda tersebut, tetapi juga di level tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia.
Pelatih asal Brasil berusia 53 tahun itu memang tergolong pendatang baru di tubuh Pesut Etam. Ia ditunjuk sebagai pelatih kepala menjelang bergulirnya BRI Super League 2025/2026. Meski demikian, Lefundes tak membutuhkan waktu lama untuk mengubah Borneo FC menjadi salah satu kandidat kuat juara musim ini.
Memasuki paruh kedua kompetisi, Borneo FC kini menempati posisi kedua klasemen sementara, tepat di bawah juara bertahan Persib Bandung. Posisi tersebut menjadi bukti konsistensi performa tim sepanjang musim berjalan.
Pada awal kompetisi, Borneo FC bahkan sempat tampil sangat dominan. Dalam 11 pertandingan pertama, Nadeo Argawinata dan kawan-kawan tak tersentuh kekalahan dan sempat memimpin klasemen, sebelum akhirnya posisi puncak silih berganti diambil alih oleh Persib Bandung dan Persija Jakarta.
Tantangan Berat Menanti
Menatap putaran kedua, Borneo FC membawa ambisi besar sesuai target manajemen. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Fabio Lefundes dalam menjaga stabilitas dan performa tim.
“Putaran kedua selalu menghadirkan tantangan berbeda. Target kami adalah menyelesaikan putaran pertama di posisi terbaik,” ujar Lefundes.
Ia menyadari betul bahwa persaingan di papan atas tidak akan mudah. Setiap tim memiliki ambisi yang sama untuk berada di posisi terdepan.
“Kami tahu sedang melakukan pekerjaan yang bagus, tetapi semua tim ingin menjadi yang pertama dan berada di puncak klasemen,” katanya.
Pesan Waspada untuk Pesut Etam
Lefundes menekankan pentingnya menjaga fokus sepanjang musim. Menurutnya, Borneo FC tak boleh sedikit pun lengah, baik saat bermain di kandang maupun tandang.
“Setiap tim akan berusaha mengalahkan kami. Sejak laga keempat, kami sempat berada di puncak dan bertahan selama sembilan pertandingan,” jelasnya.
Namun, beberapa kendala sempat membuat posisi tersebut terlepas. Meski begitu, Lefundes melihat peluang untuk bangkit dan kembali memimpin klasemen masih terbuka.
“Kami sempat mengalami beberapa masalah dan disalip. Sekarang kami punya kesempatan untuk memperbaiki keadaan dan kembali bersaing di posisi teratas,” tambahnya.
Fokus Langkah demi Langkah
Meski target juara menjadi tujuan utama, Lefundes memilih pendekatan realistis dengan fokus pada setiap pertandingan. Ia berharap berbagai kendala, seperti cedera dan akumulasi kartu, bisa diatasi seiring berjalannya kompetisi.
“Kami tidak bisa terlalu jauh memandang ke depan. Yang terpenting adalah bekerja setiap hari dan fokus satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Sepanjang liga, kami menghadapi cedera, akumulasi kartu, dan kondisi pemain yang tidak selalu ideal,” paparnya.
Lefundes pun menegaskan keyakinannya bahwa Borneo FC layak bersaing di level tertinggi musim ini. Misi terdekat yang ingin ia wujudkan adalah membawa Pesut Etam kembali ke puncak klasemen.
“Kami pantas berada di posisi pertama. Mengembalikan Borneo ke puncak klasemen adalah hal yang sangat penting bagi kami,” tutup pelatih berusia 53 tahun tersebut.
