Derby Catalunya antara Espanyol vs Barcelona bakal kembali memanaskan La Liga 2025/2026. Laga pekan ke-18 ini akan digelar di RCDE Stadium, Minggu (4/1/2026) pukul 03.00 WIB, dengan tensi tinggi yang sudah terasa jauh sebelum sepak mula.
Pertemuan kali ini bukan sekadar perebutan poin, tetapi juga sarat emosi dan ingatan lama. Salah satu sorotan utama adalah kembalinya Joan Garcia ke stadion lamanya, kali ini mengenakan seragam Barcelona. Situasi tersebut memantik perbincangan luas, terutama soal reaksi publik tuan rumah.
Namun, pelatih Espanyol, Manolo Gonzalez, sejak awal memilih bersikap tegas untuk meredam narasi yang dinilainya berlebihan.
Sikap Tegas Manolo Gonzalez soal Suporter
Manolo Gonzalez menegaskan dirinya tak ingin menerima ceramah moral terkait perilaku suporter. “Tidak ada ceramah,” ucapnya singkat namun bernada keras.
Ia lalu menarik perbandingan dengan sejarah panjang rivalitas sepak bola Spanyol. Gonzalez mengingatkan momen kontroversial saat Luis Figo kembali ke Camp Nou bersama Real Madrid, yang kala itu disambut dengan atmosfer bermusuhan.
“Para suporter pasti akan bersuara. Kami tidak akan datang ke pertandingan sambil membawa buket bunga, itu tidak masuk akal,” kata Gonzalez.
“Sama seperti saat kami datang ke Camp Nou dan mereka meneriakkan ‘degradasi’ kepada kami, itu bukan masalah besar.”
Gonzalez juga membela pendukung Espanyol dari stigma negatif. Menurutnya, publik kerap menunggu kesalahan Espanyol untuk dijadikan bahan serangan.
“Tidak perlu ada pelajaran soal perilaku,” tegasnya.
“Ingat ketika Luis Figo kembali ke Camp Nou, saya rasa mereka bukan pihak yang bisa mengajari siapa pun.”
Fokus Menang, Bukan Drama
Ketika ditanya soal kepulangan Joan Garcia dan kisah yang mengiringinya, Gonzalez menjawab lugas.
“Saya tidak peduli. Yang saya pedulikan adalah menang,” ujarnya.
Pelatih berusia 46 tahun itu menekankan bahwa derby seharusnya ditentukan di lapangan, bukan oleh drama di luar pertandingan.
“Besok akan menjadi derby yang hebat. Kami ingin mengalahkan Barcelona, dan mereka juga ingin mengalahkan kami,” katanya.
Ia menutup dengan nada lebih santai namun tetap tegas soal batas rivalitas.
“Ini rivalitas olahraga yang besar. Saya punya banyak teman pendukung Barca dan kami sering bercanda. Itulah bagian terbaiknya, dan seharusnya tidak lebih dari itu.”
Dengan pengamanan yang diperketat serta pembatasan barang bawaan suporter, tuan rumah berharap laga berjalan tertib. Meski begitu, atmosfer panas hampir pasti mengiringi duel Espanyol vs Barcelona—pertarungan dua identitas Catalunya dalam satu malam penuh gengsi.
