Paris Saint-Germain dipastikan harus mengubur mimpi untuk kembali menorehkan prestasi bersejarah dengan menyapu bersih enam gelar dalam satu musim. Perjalanan kompetisi yang sudah memasuki fase krusial, ditambah hasil di beberapa ajang, membuat peluang untuk mengulang pencapaian spektakuler tersebut tertutup sepenuhnya.
Kondisi ini menjadi pukulan tersendiri bagi PSG yang sejak awal musim menargetkan dominasi di semua kompetisi. Jadwal padat, persaingan ketat, serta hasil yang tidak selalu sesuai harapan menjadi faktor utama yang menggagalkan ambisi besar tersebut. Meski demikian, situasi ini juga menjadi pengingat bahwa menjaga konsistensi di berbagai ajang secara bersamaan bukan perkara mudah, bahkan bagi klub dengan skuad bertabur bintang.
Walau gagal membidik sextuple, PSG masih memiliki peluang realistis untuk menutup musim dengan catatan positif. Di kompetisi domestik, mereka tetap berada dalam jalur persaingan gelar dan berpeluang menambah koleksi trofi. Sementara itu, di level Eropa, langkah PSG masih terbuka untuk melaju sejauh mungkin dan membuktikan kapasitas mereka sebagai salah satu kekuatan utama benua biru.
Kegagalan mengejar enam trofi tidak serta-merta menghapus nilai musim ini bagi PSG. Fokus kini bergeser pada memaksimalkan target yang masih tersedia, sekaligus melakukan evaluasi demi memperkuat fondasi tim pada musim berikutnya. Dengan sumber daya yang dimiliki, PSG tetap dipandang mampu bersaing dan menjaga statusnya sebagai salah satu klub elite Eropa.
