Emil Audero Jadi Korban Lemparan Flare di Laga Cremonese vs Inter: Alami Luka Bakar, Marotta Sampaikan Permintaan Maaf

Kemenangan Inter Milan atas Cremonese pada pekan ke-23 Serie A, Senin (2/2) dini hari WIB, ternodai insiden serius yang melibatkan Emil Audero. Duel yang berakhir 2-0 untuk Nerazzurri itu diwarnai aksi tidak terpuji berupa lemparan flare ke arah kiper Inter.

Emil Audero menjadi korban lemparan suar dari tribun belakang gawang pada menit ke-59. Berdasarkan laporan sejumlah media Italia, area tersebut ditempati oleh pendukung tim tamu.

Akibat insiden tersebut, pertandingan di Stadion Giovanni Zini sempat dihentikan sementara. Ledakan flare memicu kepanikan, asap menyelimuti area lapangan, dan perhatian tertuju pada Audero yang terjatuh setelah terkena lemparan.

Meski mengalami luka, kiper Timnas Indonesia itu menunjukkan sikap profesional. Setelah mendapatkan perawatan medis singkat di lapangan, Audero memutuskan melanjutkan pertandingan hingga laga usai.

Insiden Flare dan Dampaknya

Flare yang dilempar dari tribun tandang meledak di dekat tubuh Audero dan menyebabkan luka ringan serta bekas luka bakar di bagian kakinya. Ia sempat menjalani pemeriksaan lanjutan sebelum wasit mengizinkan laga dilanjutkan.

Keputusan Audero untuk tetap bermain diambil setelah tim medis menyatakan kondisinya cukup aman, meski insiden tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan pemain.

Di sisi teknis, Inter tetap mengamankan tiga poin lewat gol Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski. Namun, hasil pertandingan seolah menjadi catatan sekunder di tengah sorotan terhadap isu keamanan stadion dan perilaku suporter di Serie A.

Pelaku Teridentifikasi, Marotta Bereaksi Keras

Laporan lanjutan menyebutkan bahwa pelaku lemparan flare merupakan pendukung Inter yang justru mengalami cedera serius. Saat mencoba melempar suar kedua, tiga jarinya dilaporkan hancur akibat ledakan.

Media Italia seperti La Gazzetta dello Sport dan Corriere della Sera melaporkan bahwa pelaku akhirnya teridentifikasi setelah mendatangi rumah sakit di Cremona dengan luka parah di tangan. Ia dipastikan akan ditangkap dan dikenai larangan masuk stadion.

Aksi tersebut juga menuai kecaman dari sesama pendukung Inter di tribun tandang, yang menilai tindakan pelaku sebagai ulah individu tidak bertanggung jawab yang membahayakan pemain dan berpotensi merugikan klub.

Presiden Inter Milan, Beppe Marotta, merespons cepat situasi ini. Ia mengecam keras aksi tersebut dan menyampaikan permintaan maaf kepada warga Cremona, sembari berharap otoritas tidak menjatuhkan sanksi kolektif kepada seluruh pendukung Nerazzurri.

Mungkin Anda Menyukai