Timnas Indonesia U-20 asuhan Nova Arianto mulai memasuki tahap awal pembentukan tim melalui pemusatan latihan dan seleksi pemain.
Seleksi digelar dalam dua gelombang di Garudayaksa Football Academy, Kabupaten Bekasi, pada awal Desember 2025. Agenda ini menjadi ajang pembuktian bagi para pemain muda, khususnya talenta kelahiran 2007, untuk menunjukkan kualitas, etos kerja, dan kesiapan bersaing di level internasional.
Persaingan ketat langsung terasa sejak hari pertama. Hal itu diakui striker muda berdarah Indonesia–Guinea, Ousmane Camara, yang menyebut kualitas peserta seleksi sangat merata.
“Tantangan terbesar di seleksi ini adalah persaingan, karena banyak pemain bagus. Saya harus bekerja keras agar bisa bersaing,” ujar penyerang Borneo FC Samarinda tersebut.
Belajar dari Pengalaman
Ousmane menjadikan pengalaman sebelumnya sebagai modal berharga. Ia sempat beberapa kali mengikuti seleksi Timnas Indonesia di berbagai kelompok usia, termasuk memperkuat Timnas U-19 di era Indra Sjafri.
“Evaluasi buat saya sendiri, targetnya bisa mendapatkan tempat di Timnas U-20. Pengalaman di tim sebelumnya sangat berarti dan semoga bisa membantu saya sekarang,” ucapnya.
Tantangan Naik Level
Hal serupa disampaikan striker muda lainnya, Reno Salampessy. Pemain kelahiran 22 Juni 2007 itu menilai seleksi kali ini bukan hanya soal bersaing, tetapi juga tentang menaikkan standar diri.
“Tantangannya banyak. Saya menantang diri sendiri untuk berada di level yang berbeda. Itu menjadi motivasi bagi saya,” kata Reno.
Reno merupakan putra legenda Persipura dan eks bek Timnas Indonesia, Ricardo Salampessy. Berbeda dengan sang ayah yang berposisi sebagai pemain belakang, Reno memilih jalur sebagai penyerang.
