Dua Transfer Januari Terbaik dan Terburuk Barcelona dalam Beberapa Tahun Terakhir

Barcelona selalu menghadapi tantangan tersendiri setiap jendela transfer Januari. Keterbatasan waktu memaksa klub mengambil keputusan cepat, sekaligus menanggung risiko yang lebih besar.

Berbeda dengan bursa transfer musim panas, pemain yang didatangkan di tengah musim dituntut memberi dampak instan. Proses adaptasi harus berlangsung cepat karena minimnya waktu untuk penyesuaian.

Sejarah transfer Januari Barcelona menunjukkan hasil yang beragam. Ada pemain yang mampu mengubah jalannya musim dan membawa energi positif, namun tidak sedikit pula yang gagal meninggalkan jejak berarti.

Jika menilik kembali beberapa tahun terakhir, terdapat empat nama yang kerap menjadi bahan perbincangan. Dua di antaranya menjadi contoh transfer sukses, sementara dua lainnya mencerminkan buruknya perencanaan jangka pendek.


Transfer Terburuk: Matheus Fernandes

Matheus Fernandes direkrut Barcelona pada Januari 2020 dengan nilai transfer 7 juta euro plus 3 juta euro dalam bentuk bonus. Kepindahannya sejak awal menuai tanda tanya karena minimnya pengalaman di level tertinggi dan langsung dipinjamkan, mencerminkan kurangnya rencana jangka pendek yang jelas.

Saat akhirnya bergabung dengan tim utama, kesempatan bermain yang didapat sangat terbatas. Fernandes kesulitan menemukan peran yang pasti, baik sebagai pengatur tempo maupun gelandang box-to-box.

Sistem permainan Barcelona menuntut kecerdasan posisi serta pengambilan keputusan cepat. Fernandes hanya mencatat satu penampilan resmi, meski sempat masuk dalam skuad Copa del Rey 2021. Kontraknya pun dihentikan pada akhir musim 2020/21.


Transfer Terburuk: Jeison Murillo

Jeison Murillo didatangkan dengan status pinjaman pada Januari 2019 untuk menutup kebutuhan darurat di lini pertahanan. Namun, karakter permainannya dinilai tidak sejalan dengan filosofi Barcelona yang menuntut bek nyaman bermain dengan garis pertahanan tinggi serta piawai mengolah bola.

Murillo jarang mendapat kesempatan tampil, dan ketika dimainkan terlihat kurang padu dengan lini belakang. Masa singkatnya di Camp Nou pun berlalu tanpa momen yang benar-benar berkesan.

Sepanjang paruh kedua musim 2018/19, Murillo hanya tampil dalam empat pertandingan. Barcelona akhirnya memilih tidak memperpanjang masa peminjamannya, menegaskan bahwa transfer ini gagal memenuhi harapan.


Transfer Terbaik: Ferran Torres

Ferran Torres direkrut pada Januari 2022 dengan profil dan peran yang jelas. Kecepatan, pergerakan tanpa bola, serta intensitas pressing membuatnya langsung memberi dampak di lini serang Barcelona.

Kemampuannya bermain fleksibel, baik di sisi sayap maupun sebagai penyerang tengah, menjadi nilai tambah besar. Di bawah arahan Hansi Flick, karakter ini semakin krusial karena sistem permainan menuntut pemain sayap yang agresif, aktif menekan, menyerang ruang, dan turut membantu bertahan.

Meski konsistensinya sempat dipertanyakan, kontribusi Torres secara keseluruhan membenarkan keputusannya direkrut. Pada musim 2024/25, ia mencetak 19 gol—terbaik sepanjang kariernya—dan musim ini telah mengoleksi 13 gol dari 22 pertandingan, sekaligus menjadi pengganti efektif bagi Robert Lewandowski.


Mungkin Anda Menyukai