Dua Tersangka Resmi Dijerat Hukum atas Tragedi Kapal yang Membawa Pelatih Valencia

Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) resmi meningkatkan status dua orang menjadi tersangka dalam kasus tenggelamnya kapal KM Putri Sakinah. Penetapan tersebut dilakukan setelah aparat kepolisian menyelesaikan rangkaian penyelidikan dan mengantongi sejumlah bukti terkait insiden kecelakaan laut yang menyita perhatian publik itu. Kapal naas tersebut diketahui ditumpangi pelatih tim sepak bola putri Valencia B, Fernando Martin Carreras, yang menjadi salah satu penumpang saat peristiwa terjadi.

Menurut keterangan pihak kepolisian, proses penyidikan melibatkan pemeriksaan saksi-saksi, pengumpulan dokumen pelayaran, serta analisis kondisi kapal sebelum berlayar. Dari hasil pendalaman itu, penyidik menemukan indikasi kuat adanya unsur kelalaian yang diduga menjadi penyebab utama tenggelamnya KM Putri Sakinah. Atas dasar tersebut, dua pihak yang dinilai bertanggung jawab akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan akan menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Insiden tenggelamnya KM Putri Sakinah terjadi saat kapal melakukan pelayaran di perairan Nusa Tenggara Timur. Peristiwa tersebut menimbulkan kepanikan di kalangan penumpang dan awak kapal, serta memicu upaya evakuasi oleh tim gabungan dari berbagai instansi. Aparat keamanan, Basarnas, dan unsur terkait lainnya bergerak cepat untuk melakukan pencarian dan penyelamatan guna memastikan keselamatan seluruh penumpang.

Kehadiran Fernando Martin Carreras di dalam kapal turut menarik perhatian luas, mengingat statusnya sebagai pelatih tim sepak bola putri Valencia B. Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa proses hukum dalam kasus ini tidak akan memandang latar belakang siapa pun, melainkan berfokus pada fakta dan bukti yang ditemukan di lapangan.

Polda NTT menegaskan komitmennya untuk menuntaskan perkara tersebut secara transparan dan profesional. Kepolisian juga mengimbau seluruh operator dan pihak terkait di sektor transportasi laut agar lebih memperhatikan standar keselamatan pelayaran, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang dan keselamatan penumpang dapat terjamin.

Mungkin Anda Menyukai