Dunia sepak bola terus mengalami perubahan aturan dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari jumlah pergantian pemain hingga penggunaan VAR yang semakin luas. Namun, sebuah insiden di Wembley justru memunculkan kebingungan terhadap aturan paling mendasar dalam permainan.
Laga uji coba antara Timnas Inggris dan Timnas Uruguay menghadirkan momen kontroversial yang melibatkan gelandang Manuel Ugarte.
Dalam pertandingan tersebut, Ugarte tampak menerima dua kartu kuning. Yang pertama diberikan usai pelanggaran terhadap Cole Palmer, sementara kartu kuning kedua muncul setelah ia memprotes wasit.
Secara aturan, dua kartu kuning seharusnya berujung kartu merah. Namun, hal itu tidak terjadi. Ugarte tetap berada di lapangan dan bahkan baru ditarik keluar beberapa menit kemudian.
Situasi ini pun memicu kebingungan di kalangan pemain, penonton, hingga pihak siaran. Banyak yang mempertanyakan keputusan wasit Sven Jablonski yang tidak mengusir sang pemain.
Belakangan, muncul penjelasan dari ofisial pertandingan. Awalnya disebutkan bahwa kartu kuning kedua “dibatalkan”. Namun, laporan lain menyebut bahwa kartu kuning pertama ternyata salah identitas dan seharusnya diberikan kepada pemain lain.
Artinya, secara resmi Ugarte dianggap tidak menerima dua kartu kuning dalam laga tersebut. Meski begitu, perubahan penjelasan ini justru memicu kritik karena dianggap membingungkan dan tidak transparan.
Perlu diketahui, dalam aturan saat ini VAR memang belum bisa mengintervensi kartu kuning kedua, kecuali dalam kasus salah identitas pemain. Aturan baru yang memungkinkan peninjauan tersebut baru akan mulai diterapkan di Piala Dunia 2026.
Insiden ini pun menjadi contoh nyata bahwa meski teknologi terus berkembang, kontroversi dalam sepak bola masih sulit dihindari.
