Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) akhirnya mengungkap asal muasal polemik terkait tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia. AFC memastikan bahwa Vietnam adalah pihak yang mengajukan protes resmi mengenai keabsahan dokumen para pemain tersebut.
Vietnam mempertanyakan status administrasi Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel. FIFA kemudian melakukan investigasi dan menemukan bahwa dokumen kakek-nenek para pemain tersebut tidak memiliki keterkaitan yang sah dengan Malaysia.
Situasi ini mencuat di tengah persaingan panas Grup F pada Putaran Kualifikasi Akhir Piala Asia 2027. Malaysia, yang kini dilatih Peter Cklamovski, memimpin klasemen dengan 15 poin, unggul tiga angka atas Vietnam yang berada di posisi kedua.
Ketegangan meningkat ketika laporan dugaan ketidakabsahan tujuh pemain tersebut mulai ramai diperbincangkan publik. AFC pun akhirnya memberikan penjelasan resmi mengenai awal mula penyelidikan yang dilakukan FIFA.
Sekretaris Jenderal AFC, Datuk Seri Windsor Paul John, menyatakan bahwa pihaknya pertama kali memperoleh informasi langsung dari FIFA karena kompetisi tersebut berada di bawah yurisdiksi AFC.
“Kami diberi tahu oleh FIFA karena ini adalah kompetisi AFC, yaitu Kualifikasi Piala Asia 2027. Kami mendapat informasi bahwa FIFA sedang meneliti ketujuh pemain tersebut setelah pertandingan antara Malaysia melawan Vietnam,” ujarnya, dikutip dari Makan Bola.
Vietnam Ajukan Protes Resmi ke AFC
Windsor menegaskan bahwa investigasi bermula dari adanya protes resmi yang diajukan Vietnam kepada otoritas sepak bola internasional.
“Karena ada protes dari Vietnam. Itu pertama kalinya kami menerima kabar langsung dari FIFA. Setelah itu, kami menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan FIFA. Biasanya proses tersebut melibatkan federasi nasional dan FIFA,” jelasnya.
Setelah proses berjalan, AFC menerima pemberitahuan mengenai sanksi awal yang dijatuhkan kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM). Ketujuh pemain tersebut dinilai tidak memenuhi syarat administrasi sesuai regulasi yang berlaku.
Pernyataan AFC ini sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai pihak yang melayangkan protes. Sebelumnya, pemilik Johor Darul Ta’zim, Tunku Ismail Sultan Ibrahim, sempat melontarkan sindiran yang mengarah pada Ketua PSSI, Erick Thohir.
Tunku Ismail menyinggung sosok yang disebut berada di New York sebagai dalang laporan tersebut. Pada saat yang sama, Erick Thohir memang diketahui tengah berada di New York untuk bertemu Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Malaysia Tunggu Keputusan Akhir dari CAS
Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa FAM tidak tinggal diam. Federasi tersebut telah mengajukan banding ke Mahkamah Arbitrase Olahraga (Court of Arbitration for Sport/CAS).
Dalam pernyataan resminya, FAM menyebut CAS mengabulkan permohonan Penangguhan Pelaksanaan (Stay of Execution) atas sanksi FIFA. Artinya, hukuman larangan 12 bulan dari seluruh aktivitas sepak bola terhadap tujuh pemain tersebut untuk sementara ditangguhkan.
Dengan keputusan itu, ketujuh pemain diperkenankan kembali menjalani aktivitas sepak bola hingga putusan final atas banding diumumkan pada 26 Februari 2026.
Kasus ini pun kini memasuki babak penentuan yang berpotensi berdampak besar pada peta persaingan Kualifikasi Piala Asia 2027.
