Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, memastikan akan ada perubahan dalam alur koordinasi antara pelatih baru Timnas Indonesia dan Direktur Teknik (Dirtek) PSSI. Langkah ini diambil demi menjaga kesinambungan program tim nasional di semua level.
Menurut Arya, skema koordinasi tersebut menjadi salah satu poin penting dalam rapat Exco PSSI saat membahas penunjukan pelatih anyar Timnas Indonesia. Federasi menaruh perhatian besar pada berbagai aspek, tidak hanya soal teknis, tetapi juga tata kelola dan komunikasi.
Komunikasi Jadi Pertimbangan Utama
Aspek pertama yang menjadi fokus PSSI adalah kemampuan komunikasi sang pelatih. Pelatih Timnas Indonesia diharapkan mampu menjalin hubungan yang baik dengan klub, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
“Pemain kita sangat beragam, banyak yang berstatus naturalisasi. Selain itu, kondisi liga domestik juga harus diselaraskan dengan kepentingan tim nasional. Karena itu, komunikasi yang baik antara pelatih dan klub menjadi sangat penting,” ujar Arya, dikutip dari Liputan6 Sport.
Ia menambahkan bahwa pelatih Timnas Indonesia juga harus memiliki kemampuan berkomunikasi dengan klub-klub luar negeri, mengingat banyak pemain naturalisasi Indonesia yang berkarier di luar negeri.
Menjaga Kesinambungan Program Timnas
Selain komunikasi, Arya menekankan pentingnya kesinambungan antar lini dalam struktur tim nasional. Mulai dari Direktur Teknik, Timnas senior, kelompok usia U-23, U-20, hingga U-17, termasuk level akar rumput, diharapkan berada dalam satu garis koordinasi.
“Yang tidak kalah penting adalah kesinambungan. Dalam rapat Exco PSSI kemarin, saya selalu mengingatkan hal ini karena selama ini kita seperti terputus,” ujar pria kelahiran Karo, Sumatera Utara tersebut.
“Dirtek berjalan sendiri, Timnas senior sendiri, lalu U-23, U-20, U-17 juga berbeda, bahkan grassroot terpisah. Ke depan, ini harus dikembalikan agar semuanya lebih rapi dan menjadi satu kesatuan,” lanjutnya.
Wewenang Lebih Besar untuk Dirtek PSSI
Arya juga mengungkapkan bahwa Direktur Teknik PSSI akan memiliki peran yang lebih otoritatif ke depan. Setiap pelatih tim nasional diwajibkan berkoordinasi dengan Dirtek PSSI, termasuk dalam hal rekomendasi pemanggilan pemain.
“Ke depan, Dirtek akan punya pengaruh kuat dalam memberikan rekomendasi pemain. Semua harus dikoordinasikan dengan Dirtek, jangan sampai Timnas berjalan sendiri tanpa komunikasi,” jelas Arya.
Ia menambahkan, rekomendasi dari pelatih Timnas Indonesia nantinya akan disampaikan kepada Dirtek untuk kemudian ditelaah dan disesuaikan dengan kebutuhan tim secara menyeluruh.
“Dirtek akan mengecek semuanya, apakah sesuai dengan kebutuhan dan arah pengembangan yang sudah ditetapkan,” tambah pemilik klub Sumut United FC tersebut.
Pelatih Wajib Tinggal di Indonesia
Selain itu, Arya menegaskan bahwa salah satu syarat bagi pelatih Timnas Indonesia adalah tinggal di Indonesia. Menurutnya, hal ini penting agar pelatih dapat memantau langsung perkembangan sepak bola nasional serta menjaga komunikasi intens dengan klub-klub domestik.
“Mau tidak mau, pelatih Timnas Indonesia harus tinggal di Indonesia. Apalagi dia harus menjalin komunikasi yang baik dengan klub-klub lokal,” ujar Arya.
Ia menilai, komunikasi yang baik membuka peluang Timnas Indonesia tetap bisa menggelar pertandingan, bahkan di luar kalender FIFA Matchday, tanpa harus mengganggu kompetisi.
“Kalau komunikasinya bagus, mungkin tanpa harus menghentikan liga, Timnas tetap bisa bermain. Pelatih juga bisa datang langsung ke klub, berdiskusi, dan memantau pemain secara langsung,” pungkasnya.
