Timnas Amerika Serikat menelan kekalahan telak saat menjamu Timnas Belgia dalam laga uji coba internasional. Bermain di Mercedes-Benz Stadium, tim tuan rumah takluk dengan skor 2-5, Minggu (29/3) dini hari WIB.
Pasukan Mauricio Pochettino sebenarnya memulai laga dengan cukup baik dan sempat unggul lebih dulu. Namun, mereka gagal mempertahankan momentum dan akhirnya kehilangan kendali permainan.
Belgia tampil jauh lebih efektif sepanjang pertandingan. Tim tamu mampu mengeksploitasi kelemahan lini belakang AS dengan sangat baik.
Laga ini menjadi peringatan serius bagi Amerika Serikat. Status sebagai tuan rumah Piala Dunia FIFA 2026 belum cukup menutupi sejumlah kelemahan mendasar dalam tim.
Sebaliknya, Belgia menunjukkan kualitas dan kedalaman skuad yang solid, memberi sinyal kesiapan menghadapi turnamen besar.
Belgia Tajam, Pertahanan AS Rapuh
Weston McKennie sempat membawa AS unggul lebih dulu. Namun, Zeno Debast menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan kesalahan fatal Matt Turner jelang turun minum.
Memasuki babak kedua, pertandingan sepenuhnya dikuasai Belgia. Christian Pulisic gagal memaksimalkan peluang emas, dan langsung dibalas oleh gol Amadou Onana.
Keunggulan Belgia bertambah lewat penalti Charles De Ketelaere setelah insiden handball Tim Ream.
Dodi Lukebakio kemudian menjadi pembeda usai masuk dari bangku cadangan. Ia mencetak dua gol, termasuk satu tembakan keras yang tak mampu dihentikan Turner.
Secara statistik, dominasi Belgia sangat jelas. Mereka mencatatkan 21 tembakan dengan 10 mengarah ke gawang serta expected goals sebesar 2,36.
Performa impresif juga ditunjukkan Jeremy Doku yang menyumbang dua assist dan menciptakan tiga peluang. Penampilan ini sekaligus menegaskan rapuhnya lini belakang Amerika Serikat.
