Jakarta – Laga panas antara Persib Bandung dan Persija Jakarta pada pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 meninggalkan catatan kelam. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/1/2026), tak hanya menyajikan tensi tinggi di lapangan, tetapi juga memicu dampak negatif di luar pertandingan.
Alih-alih menjadi simbol rivalitas sehat, duel klasik tersebut justru diwarnai insiden serius di dunia maya. Dua pemain dari kubu berbeda menjadi sasaran serangan warganet: Thom Haye dari Persib menerima ancaman terhadap keluarganya, sementara pemain Persija, Allano Lima, menjadi target ujaran bernuansa rasis.
Kejadian ini langsung menuai reaksi keras dari kedua klub. Persib dan Persija sama-sama mengecam tindakan tersebut serta mengingatkan publik bahwa rivalitas sepak bola tidak boleh melampaui batas kemanusiaan.
Thom Haye Terima Ancaman Serius
Gelandang Persib Bandung, Thom Haye, mengungkapkan bahwa keluarganya mendapat ancaman pembunuhan melalui pesan di media sosial. Ancaman tersebut muncul setelah Persib keluar sebagai pemenang 1-0 atas Persija dalam laga sarat gengsi itu.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Haye menegaskan bahwa ia memahami tekanan sebagai pesepak bola profesional. Namun, menurutnya, ancaman yang melibatkan keselamatan keluarga sudah jauh melampaui batas yang dapat ditoleransi.
Ia meminta agar pelaku segera menghentikan tindakan tersebut dan mengingatkan bahwa sepak bola tidak seharusnya memicu kebencian ekstrem. Haye juga mengajak semua pihak untuk menjaga sepak bola Indonesia tetap menjadi ruang yang aman bagi pemain, suporter, dan keluarga mereka.
Sikap Tegas Manajemen Persib
Manajemen Persib Bandung menyampaikan keprihatinan mendalam atas ancaman yang diterima Thom Haye. Manajer Persib, Umuh Muchtar, menilai tindakan tersebut sama sekali tidak dapat dibenarkan, apa pun alasannya.
Umuh menegaskan bahwa sepak bola adalah olahraga yang menjunjung sportivitas, bukan sarana untuk meluapkan kebencian atau ancaman kekerasan. Ia menyayangkan adanya pesan bernada ancaman pembunuhan yang melibatkan keluarga pemain.
Persib memastikan akan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian. Menurut Umuh, ancaman yang dikirim melalui akun tertentu dapat ditelusuri secara hukum, dan klub mendukung langkah tegas demi melindungi pemain serta keluarganya.
