Derby Old Firm Berujung Chaos: Suporter Rangers dan Celtic Serbu Lapangan Usai Drama Adu Penalti

Laga panas Old Firm derby kembali menghadirkan drama. Pertemuan antara Rangers FC dan Celtic FC pada babak perempat final Scottish Cup berakhir ricuh di Ibrox Stadium, Minggu (8/3) malam WIB.

Pertandingan berjalan sengit hingga 120 menit. Namun, perhatian publik justru tertuju pada insiden kericuhan yang terjadi setelah laga usai.

Celtic akhirnya memastikan tiket ke semifinal setelah menang lewat drama adu penalti. Hasil tersebut memicu perayaan besar dari para pendukung tim tamu yang kemudian berubah menjadi situasi tidak terkendali.

Keadaan memanas ketika suporter dari kedua kubu mulai memasuki lapangan. Petugas keamanan dan polisi pun harus turun tangan untuk meredam kekacauan yang terjadi.

Adu Penalti Kirim Celtic ke Semifinal

Sejak awal pertandingan, duel berlangsung sangat ketat. Rangers tampil lebih dominan dalam penguasaan bola, tetapi kesulitan menciptakan peluang bersih di depan gawang.

Di sisi lain, Celtic lebih banyak bermain bertahan dengan organisasi permainan yang disiplin. Kedua tim bahkan sempat mencetak gol yang akhirnya dianulir oleh wasit.

Sundulan Daizen Maeda sempat membawa Celtic unggul, tetapi gol tersebut dibatalkan karena adanya posisi offside dalam proses serangan. Sementara itu, gol Emmanuel Fernandez pada babak tambahan juga dianulir akibat handball.

Rangers terus menekan hingga akhir pertandingan. Namun, skor tetap bertahan 0-0 sehingga laga harus ditentukan melalui adu penalti.

Pada babak tos-tosan tersebut, Celtic tampil lebih tenang. Empat eksekutor mereka berhasil menjalankan tugas dengan sempurna sehingga memastikan kemenangan 4-2.

Kericuhan Pecah Setelah Peluit Akhir

Drama justru terjadi setelah penalti terakhir dicetak oleh Tomáš Čvančara. Gol tersebut memastikan Celtic melaju ke semifinal Piala Skotlandia.

Setelah bola bersarang di gawang yang dikawal Jack Butland, para pendukung Celtic langsung masuk ke lapangan untuk merayakan kemenangan tim mereka.

Aksi tersebut kemudian diikuti oleh sebagian suporter Rangers. Situasi semakin kacau ketika benda-benda mulai beterbangan di sekitar lapangan.

Polisi dan petugas keamanan berusaha mengendalikan keadaan di Ibrox. Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai korban maupun jumlah penangkapan yang dilakukan.

Di sisi lain, pelatih Rangers Danny Röhl tetap memberikan apresiasi kepada timnya meski gagal melangkah ke semifinal.

“Ketika Anda memiliki peluang 24 banding 1 dan menciptakan begitu banyak kesempatan bagus, saya harus mengatakan bahwa saya bangga dengan tim saya dan cara kami bermain sepak bola,” ujarnya.

Mungkin Anda Menyukai