Arsenal berhasil mempertahankan posisi puncak klasemen setelah meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Bournemouth. Hasil tersebut menjadi kemenangan kelima beruntun The Gunners di Liga Inggris musim ini.
Dalam laga tersebut, Declan Rice tampil sebagai pahlawan dengan mencetak dua gol penentu. Penampilan itu terasa semakin istimewa karena sang gelandang baru saja pulih dari cedera lutut yang membuatnya absen pada pertandingan sebelumnya.
Di balik sorotan terhadap Rice, perhatian juga tertuju pada Viktor Gyökeres. Meski kembali gagal mencetak gol dari permainan terbuka, perannya tetap mendapat pembelaan kuat dari rekan setimnya tersebut.
Rice Angkat Peran Gyökeres di Tengah Kritik
Gyökeres kembali memperpanjang puasa gol dari open play menjadi sembilan pertandingan. Penyerang asal Swedia itu baru mencetak gol dalam empat dari 18 penampilan liga musim ini, dengan total tujuh gol di semua kompetisi.
Catatan tersebut memang berada di bawah ekspektasi, mengingat rekam jejak impresif Gyökeres sebelum bergabung dengan Arsenal. Bersama Sporting Lisbon, ia mampu mencetak 97 gol dalam 102 pertandingan.
Namun, Rice menegaskan bahwa kontribusi Gyökeres tidak bisa semata-mata diukur dari jumlah gol. Ia menilai pergerakan, kekuatan fisik, dan kerja keras sang penyerang menjadi elemen penting dalam permainan Arsenal.
“Sulit baginya karena dia selalu dijaga dua bek sepanjang pertandingan, terus menempel padanya,” ujar Rice.
Momen Kunci dan Keyakinan Rice
Rice kemudian menyoroti peran krusial Gyökeres dalam proses gol pertamanya, yang menurutnya menjadi titik balik pertandingan.
“Dia harus menggunakan kekuatannya dan melakukan segala cara untuk membantu tim,” lanjut Rice.
“Pada gol pertama saya, tanpa pergerakannya yang menahan bek setelah menerima sentuhan dari Gabriel Martinelli dan mengalirkannya ke Martin Ødegaard, gol itu tidak akan tercipta. Itu adalah momen krusial bagi kami untuk membalikkan keadaan.”
Rice juga menepis keraguan soal ketajaman Gyökeres di masa depan. Ia yakin peluang akan datang seiring waktu.
“Saya melihat seberapa keras dia menendang bola. Ketika ruang itu datang dan bola tiba di kakinya, saya yakin seratus persen dia akan mencetak gol.”
Arsenal Tak Akan di Posisi Ini Tanpa Gyökeres
Lebih lanjut, Rice menilai perhatian ekstra dari para bek lawan justru menjadi bukti kualitas Gyökeres. Menurutnya, para pemain bertahan di Premier League menjadikan Gyökeres sebagai prioritas utama untuk dihentikan.
“Saat ini, para bek di Premier League ingin menghentikan Viktor Gyökeres karena dia adalah salah satu striker terbaik di dunia,” ujar Rice.
Ia pun menutup dengan pernyataan tegas mengenai pentingnya peran Gyökeres bagi Arsenal.
“Percayalah, dia melakukan hal-hal luar biasa untuk kami, dan kami tidak akan berada di posisi sekarang tanpa dirinya.”
Sementara itu, dua gol Rice ke gawang Bournemouth menjadi gol pertamanya di Premier League setelah 296 penampilan. Penampilan tersebut semakin menegaskan perannya yang kian vital dalam upaya Arsenal mengakhiri penantian panjang gelar liga.
