Nasib Sriwijaya FC saat ini tengah menghadapi masa-masa sulit. Tim yang dulu dikenal sebagai kebanggaan sepakbola Indonesia kini berjuang di Championship 2025/2026 dengan tantangan yang semakin berat.
Kekalahan telak terbaru dari Adhyaksa dengan skor 15-0 menjadi bukti nyata betapa sulitnya perjalanan tim musim ini. Hasil tersebut membuat banyak pengamat dan penggemar mempertanyakan arah dan strategi Sriwijaya FC, sekaligus menyoroti masalah mendasar dalam tim.
Meski demikian, situasi ini sebenarnya tidak sepenuhnya mengejutkan. Sejak awal musim, performa Sriwijaya FC memang menunjukkan potensi, meski konsistensi mereka masih menjadi masalah. Para pemain sempat memperlihatkan permainan menjanjikan di beberapa laga, namun kurangnya koordinasi, pengalaman, dan beberapa kelemahan teknis membuat mereka kesulitan menghadapi tim-tim papan atas di Championship.
Selain faktor performa di lapangan, kondisi internal tim juga turut mempengaruhi hasil yang mengecewakan ini. Pergantian strategi, manajemen yang dinamis, dan tekanan dari kompetisi tinggi membuat Sriwijaya FC harus bekerja ekstra untuk bisa kembali bangkit. Pengamat sepakbola menekankan perlunya evaluasi menyeluruh, baik dari sisi taktik maupun manajemen pemain, jika tim ingin mengembalikan kejayaan yang pernah diraih di level Asia beberapa tahun lalu.
Meskipun saat ini tim berada di posisi sulit, ada harapan bagi Sriwijaya FC untuk melakukan perbaikan. Dukungan dari penggemar, perbaikan strategi, serta pembinaan pemain muda bisa menjadi kunci untuk mengangkat kembali performa tim. Namun, perjalanan menuju kebangkitan tentu tidak mudah dan membutuhkan kesabaran serta komitmen tinggi dari semua pihak yang terlibat.
