Daftar Pelatih Asal Eropa yang Pernah Menukangi Timnas Indonesia:

Mampukah John Herdman Lampaui Kesuksesan Pendahulunya?

Pelatih asal Inggris, John Herdman, akan melanjutkan estafet panjang juru taktik asal Eropa yang pernah menangani Timnas Indonesia. Sepanjang sejarah, tidak semua pelatih asing tersebut mampu mempersembahkan hasil sesuai ekspektasi publik Tanah Air.

Sebelum kedatangan Herdman, kekecewaan masih menyelimuti pendukung Timnas Indonesia menyusul kegagalan Patrick Kluivert membawa skuad Garuda meraih hasil optimal pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Dari sekian banyak pelatih asal Eropa yang pernah menakhodai Timnas Indonesia, hanya segelintir nama yang mampu menorehkan prestasi dan meninggalkan kesan mendalam. Lantas, siapa saja sosok tersebut, dan siapa yang paling sukses sebelum era John Herdman?

Tersukses di Masa Awal

Jauh sebelum era pelatih-pelatih modern, Timnas Indonesia telah mengandalkan juru taktik asal Eropa. Beberapa nama awal yang tercatat antara lain Johannes Mastenbroek (1934–1938), Wiel Coerver (1975–1976), dan Frans van Balkom (1978–1979).

Namun, sosok paling berpengaruh pada periode awal adalah Antun Pogačnik asal Yugoslavia. Ia dianggap sebagai pelatih asing tersukses di masa awal perjalanan Timnas Indonesia di level internasional.

Pogačnik mencatatkan sejumlah prestasi yang belum terulang hingga kini. Ia membawa Timnas Indonesia menembus perempat final Olimpiade 1956, bahkan sempat menahan imbang Uni Soviet sebelum kalah pada laga ulangan.

Selain itu, ia juga mempersembahkan prestasi di Asian Games, dengan membawa Indonesia menjadi semifinalis pada edisi 1954 serta meraih medali perunggu Asian Games 1958.

Setelah era Pogačnik, belum ada pelatih Eropa yang mampu memberikan dampak serupa, meskipun PSSI sempat menunjuk nama-nama seperti Marek Janota (Polandia) dan Bernd Fischer (Jerman).

Juru Taktik Terbaik Era 1990-an

Memasuki era 1990-an, PSSI menunjuk pelatih asal Uni Soviet, Anatoly Polosin, yang kemudian dikenang sebagai salah satu pelatih Eropa tersukses sepanjang sejarah Timnas Indonesia.

Polosin berjasa besar mengantar skuad Garuda meraih medali emas SEA Games 1991 di Manila. Prestasi tersebut menjadi emas kedua Timnas Indonesia setelah sebelumnya diraih pada SEA Games 1987.

Berbeda dengan pendekatan sepak bola atraktif ala Wiel Coerver, Polosin menerapkan metode latihan keras dengan fokus pada fisik, stamina, dan disiplin tinggi. Meski sempat menuai pro dan kontra, hasilnya terbukti efektif.

Emas SEA Games 1991 menjadi pencapaian terakhir Timnas Indonesia selama 32 tahun, sebelum akhirnya kembali diraih di bawah asuhan Indra Sjafri pada 2023.

Setelah Polosin, sejumlah pelatih Eropa kembali berdatangan seperti Ivan Toplak, Romano Matté, Henk Wullems, dan Bernard Schumm, namun tak ada yang mampu mencatatkan prestasi signifikan.

Muncul Kembali di Era 2010-an

Pada awal 2000-an, PSSI kembali rutin menunjuk pelatih Eropa. Nama Ivan Kolev asal Bulgaria cukup menonjol karena dipercaya dalam dua periode (2002–2004 dan 2007). Ia menjadi satu-satunya pelatih yang mendampingi Timnas Indonesia di dua edisi Piala Asia (2004 dan 2007).

Namun, pelatih dengan kiprah paling mentereng di era modern adalah Alfred Riedl asal Austria. Ia tercatat tiga kali menukangi Timnas Indonesia (2010–2011, 2013–2014, dan 2016).

Pada periode pertamanya, Riedl membawa Indonesia ke final Piala AFF 2010. Meski gagal juara, pencapaian tersebut membangkitkan optimisme publik.

Riedl kembali mengulang prestasi serupa pada Piala AFF 2016, namun lagi-lagi harus puas sebagai runner-up usai kalah agregat dari Thailand.

Selain Riedl, PSSI juga sempat menunjuk pelatih Eropa lain seperti Wim Rijsbergen, Pieter Huistra, Luis Milla, Simon McMenemy, hingga Patrick Kluivert sebelum akhirnya mempercayakan tongkat estafet kepada John Herdman.

Daftar Pelatih Timnas Indonesia Asal Eropa

  • Johannes Mastenbroek (Belanda) – 1934–1938

  • Antun Pogačnik (Yugoslavia) – 1954–1963

  • Wiel Coerver (Belanda) – 1975–1976

  • Frans van Balkom (Belanda) – 1978–1979

  • Marek Janota (Polandia) – 1979–1980

  • Bernd Fischer (Jerman) – 1980–1981

  • Anatoly Polosin (Uni Soviet) – 1987–1991

  • Ivan Toplak (Yugoslavia) – 1991–1993

  • Romano Matté (Italia) – 1995

  • Henk Wullems (Belanda) – 1996–1997

  • Bernard Schumm (Jerman) – 1999

  • Ivan Kolev (Bulgaria) – 2002–2004, 2007

  • Peter White (Inggris) – 2004–2007

  • Alfred Riedl (Austria) – 2010–2011, 2013–2014, 2016

  • Wim Rijsbergen (Belanda) – 2011–2012

  • Pieter Huistra (Belanda) – 2015

  • Luis Milla (Spanyol) – 2017–2018

  • Simon McMenemy (Skotlandia) – 2018–2019

  • Patrick Kluivert (Belanda) – 2025

  • John Herdman (Inggris) – 2025–sekarang

Mungkin Anda Menyukai