Daftar Comeback Terbesar Liga Champions: Dari ‘La Remontada’ hingga Drama Sporting CP

Liga Champions selalu menghadirkan drama menegangkan, terutama saat sebuah tim mampu membalikkan keadaan setelah tertinggal di leg pertama. Momen comeback ini menjadi bagian paling ikonik dalam sejarah kompetisi elite Eropa.

Secara statistik, tim tamu yang membalikkan defisit tergolong langka—hanya terjadi tujuh kali sepanjang sejarah—sementara tim tuan rumah lebih sering melakukan kebangkitan, meski tetap membutuhkan usaha luar biasa, terutama ketika tertinggal tiga hingga empat gol.

Kebangkitan Dramatis Tim Tamu

  • Manchester United vs PSG (2018/19): Setelah kalah 0-2 di Old Trafford, MU menang 3-1 di Paris, gol penalti Marcus Rashford di injury time memastikan kemenangan. Pelatih Ole Gunnar Solskjær menyebutnya bukti keyakinan tim yang tak pernah padam.

  • Tottenham Hotspur vs Ajax (2018/19): Duel sengit yang menunjukkan determinasi luar biasa tim tamu.

  • Inter Milan vs Bayern Munich (2010/11): Inter membalikkan defisit untuk lolos ke babak berikutnya.

La Remontada: Comeback Paling Legendaris

  • Barcelona vs PSG (2016/17): Setelah kalah 0-4 di leg pertama, Barcelona menang 6-1 di Camp Nou, gol penentu Sergi Roberto di masa tambahan waktu membuat laga ini dikenal sebagai “La Remontada”. Neymar menjadi salah satu kunci kebangkitan.

Sporting CP Ukir Comeback Epik Terbaru

  • Sporting Lisbon vs Bodo/Glimt (2025/26): Tertinggal 0-3 di leg pertama, Sporting bangkit dengan kemenangan 5-0 setelah perpanjangan waktu. Goncalo Inacio membuka harapan, Pedro Goncalves dan Luis Suárez memaksa extra time, sebelum gol Maximiliano Araújo dan Rafael Nel memastikan comeback spektakuler.

Anfield dan Malam Magis Liverpool

  • Liverpool vs Barcelona (2018/19): Di semifinal, Liverpool membalikkan defisit 0-3 menjadi 4-0 di Anfield tanpa Mohamed Salah dan Roberto Firmino. Divock Origi dan Georginio Wijnaldum menjadi pahlawan dalam laga yang kini dikenang sebagai salah satu malam terbaik sejarah klub.

Comeback seperti ini menjadi bukti bahwa di Liga Champions, pertandingan belum usai sampai peluit akhir berbunyi.

Mungkin Anda Menyukai