Persija menjadi klub Indonesia pertama dalam perjalanan karier kiper berusia 24 tahun tersebut. Sebelumnya, Margono lebih banyak menghabiskan kariernya di luar negeri.
Kiper kelahiran New York, Amerika Serikat itu juga membagikan cerita mengenai gaya bermainnya dalam sesi wawancara di kanal YouTube resmi Persija.
Menurut Margono, dirinya memiliki karakteristik sebagai penjaga gawang modern yang tidak hanya mengandalkan refleks di bawah mistar.
“Satu hal yang harus diketahui Jakmania tentang saya adalah saya bermain menggunakan kaki,” ujar Margono.
Kemampuan mengolah bola dengan kaki serta membaca jalannya pertandingan menjadi aspek penting dalam gaya bermain yang ingin ia tampilkan bersama Persija.
“Saya seperti kiper modern, jadi saya suka membaca permainan sebelum terjadi. Saya suka maju saat ada umpan silang, tapi sisanya kita lihat saja nanti,” lanjutnya.
Meski sudah bergabung sejak pertengahan musim, Margono hingga kini masih menunggu kesempatan tampil bersama Macan Kemayoran.
Kekuatan dalam Membaca Permainan
Margono menyebut kemampuan membaca permainan serta distribusi bola sebagai keunggulan utamanya sebagai penjaga gawang.
Kiper yang resmi memperoleh status Warga Negara Indonesia pada 21 Maret 2024 itu berharap bisa memberikan kontribusi nyata bagi Persija.
“Saya membaca permainan dengan kaki dan bola, seperti orang lain, dan saya suka memberikan dampak,” tegas Margono.
Ia juga menceritakan sosok-sosok penjaga gawang yang menginspirasinya sejak kecil hingga saat ini.
Terinspirasi De Gea, Casillas, hingga Ederson
Saat masih kecil, Margono mengaku banyak belajar dari dua kiper legendaris dunia, yaitu David de Gea dan Iker Casillas.
Seiring perkembangan kariernya, ia mulai mengagumi gaya bermain kiper modern seperti Ederson yang terkenal dengan kemampuan distribusi bolanya.
Selain itu, Margono juga mengaku terkesan dengan penampilan David Raya ketika masih memperkuat Brentford.
“Saat saya kecil, kiper favorit saya adalah De Gea dan Casillas. Mereka adalah dua kiper pertama yang saya tonton,” ujarnya.
“Ketika saya dewasa, saya sangat menyukai Ederson karena dia hebat dalam mengolah bola dengan kakinya.”
Ia menambahkan bahwa penampilan David Raya saat masih bermain untuk Brentford juga menjadi salah satu referensi penting bagi gaya bermainnya.
Berbekal Pengalaman dari Eropa
Sebelum bergabung dengan Persija, Margono lebih dulu meniti karier di Eropa. Ia pernah bermain untuk tim cadangan Panathinaikos B di Yunani.
Setelah itu, ia melanjutkan kariernya di Liga Kosovo bersama KF Dukagjini.
Pengalaman bermain di dua kompetisi Eropa tersebut diyakini menjadi bekal penting bagi Margono untuk bersaing dengan dua kiper senior Persija, yakni Carlos Eduardo dan Andritany Ardhiyasa.
Kini, Margono tinggal menunggu kesempatan untuk membuktikan kualitasnya di bawah mistar gawang Persija Jakarta.
