Timnas Portugal mengambil keputusan tak lazim menjelang Piala Dunia 2026 dengan memilih Cancun, Meksiko, sebagai markas utama selama turnamen. Pilihan ini menyita perhatian karena Cristiano Ronaldo dan rekan-rekannya sama sekali tidak dijadwalkan memainkan satu pun laga di wilayah Meksiko.
Skuad asuhan Roberto Martinez tergabung di Grup K bersama Kolombia, Uzbekistan, serta satu wakil dari DR Kongo, Jamaika, atau Kaledonia Baru. Dengan komposisi tersebut, Selecao das Quinas digadang-gadang sebagai favorit kuat untuk menjuarai grup dan melangkah jauh, bahkan memburu gelar Piala Dunia pertama dalam sejarah mereka.
FIFA dikabarkan akan segera mengonfirmasi Fairmont Mayakoba Resort dan Mayakoba Training Centre di kawasan Cancun sebagai base camp resmi Portugal selama turnamen.
Sekilas, pilihan ini tampak janggal. Cancun identik dengan destinasi wisata, pantai eksotis, dan kehidupan malam yang semarak—jauh dari gambaran markas ideal bagi tim nasional elite yang menuntut fokus dan disiplin tinggi.
Keputusan yang Masuk Akal
Namun jika ditelaah lebih jauh, keputusan Portugal justru sangat rasional dari sisi logistik. Dua pertandingan awal fase grup akan digelar di Houston, sebelum laga terakhir berlangsung di Miami.
Dari Cancun, jarak menuju kedua kota tersebut relatif seimbang. Waktu tempuh penerbangan ke Miami sekitar satu jam 50 menit, sementara ke Houston sekitar dua jam 10 menit, menjadikannya lokasi strategis untuk mobilitas tim.
Selain itu, Cancun diperkirakan tidak akan terlalu padat selama Piala Dunia. Seluruh laga di Meksiko dijadwalkan berlangsung di Mexico City, Monterrey, dan Guadalajara, sehingga kawasan Riviera Maya relatif jauh dari hiruk-pikuk turnamen.
Fasilitas Kelas Dunia dan Privasi Maksimal
Daya tarik utama Cancun terletak pada fasilitas yang akan ditempati Portugal. Fairmont Mayakoba dan pusat latihannya berada sekitar satu jam dari pusat kota, di kawasan pesisir Riviera Maya yang eksklusif.
Area seluas 240 hektare ini dikelilingi hutan tropis, laguna alami, kanal, dan hutan bakau, menciptakan privasi maksimal—sebuah “bunker” ideal bagi Ronaldo dan kolega untuk menjaga fokus penuh.
Mayakoba Training Centre menawarkan fasilitas latihan kelas dunia, termasuk lapangan utama, area khusus penjaga gawang, serta pusat kebugaran modern.
Sementara itu, Fairmont Mayakoba menyediakan 401 kamar, termasuk vila premium dengan tarif mulai sekitar 2.000 dolar AS per malam, serta 12 ruang pertemuan yang mendukung kebutuhan teknis dan analisis tim.
Markas Ideal Demi Ambisi Besar
Fasilitas pendukung di resor ini juga sangat lengkap: delapan restoran, tiga bar, gym tambahan, lima kolam renang termasuk infinity pool, spa eksklusif, hingga lapangan golf El Camaleon yang pernah menggelar ajang PGA Tour, LPGA, dan LIV Golf. Tersedia pula beach club pribadi dengan akses langsung ke pasir putih Laut Karibia.
Dengan suhu yang kerap menyentuh 30 derajat Celsius, Cancun dinilai ideal untuk pemulihan fisik pemain usai pertandingan. Portugal pun tetap memiliki opsi untuk memindahkan markas ke Amerika Serikat setelah fase grup jika situasi mengharuskan.
Dengan perhitungan matang, fasilitas premium, dan logistik yang efisien, pilihan Portugal menjadikan Cancun sebagai markas bukanlah keputusan sembarangan. Semua disiapkan demi satu tujuan besar: tampil maksimal dan mengejar kejayaan di Piala Dunia 2026.
