Harapan juara Heart of Midlothian tetap menyala setelah mereka meraih kemenangan dramatis 3-1 atas Motherwell dalam laga krusial di Tynecastle. Hasil ini menjadi bukti kuat mental juara tim asuhan Derek McInnes.
Sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Emmanuel Longelo di awal babak kedua, Hearts berada di bawah tekanan besar. Apalagi, rival utama seperti Celtic dan Rangers terus membayangi dalam perebutan puncak klasemen.
Namun, semangat pantang menyerah kembali ditunjukkan Hearts. Mereka bangkit lewat gol penyeimbang sebelum akhirnya memastikan kemenangan di menit-menit akhir. Penalti kapten Lawrence Shankland menjadi titik balik, disusul gol penutup dari pemain pengganti Pierre Landry Kabore di masa injury time.
Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin. Hearts kini tetap memimpin klasemen menjelang fase “post-split” yang akan menjadi penentu gelar. Statistik pun menunjukkan kekuatan mental mereka—13 poin berhasil diraih dari posisi tertinggal musim ini, salah satu yang terbaik di liga.
McInnes pun memuji reaksi anak asuhnya. Menurutnya, tim menunjukkan karakter luar biasa dengan tidak menyerah meski berada dalam tekanan besar. “Tidak ada yang puas dengan hasil imbang. Mereka menemukan cara untuk menang,” ujarnya.
Di sisi lain, tekanan masih akan terus datang dari Celtic yang tetap konsisten meraih poin, meski performa mereka belum sepenuhnya meyakinkan. Persaingan pun dipastikan semakin sengit hingga akhir musim.
Dengan lima laga tersisa yang diibaratkan sebagai “final”, Hearts kini berada di posisi ideal. Namun, jalan menuju gelar masih panjang dan penuh tantangan.
Satu hal yang pasti, jika mental seperti ini terus terjaga, Hearts punya peluang besar untuk mencetak sejarah di Liga Skotlandia musim ini.
