Cole Palmer mulai menemukan kembali versi terbaik dirinya bersama Chelsea sejak perubahan terjadi di kursi kepelatihan. Gelandang serang asal Inggris itu mengaku merasa jauh lebih nyaman bermain di bawah kepemimpinan Liam Rosenior, yang resmi menangani The Blues sejak 6 Januari 2026.
Selama ini, Palmer dikenal sebagai sosok kreatif yang kerap menghadirkan kejutan bagi lawan. Pergerakannya sulit ditebak, kemampuan membaca ruang di sepertiga akhir lapangan, serta ketenangannya dalam mengambil keputusan membuatnya menjadi salah satu pemain paling berbahaya di lini serang Chelsea. Namun, potensi tersebut tidak selalu keluar secara maksimal pada periode sebelumnya.
Di bawah arahan manajer terdahulu, Palmer kerap harus menyesuaikan diri dengan pola permainan yang sangat terstruktur. Skema yang kaku terkadang membatasi naluri alaminya sebagai pemain kreatif, sehingga kontribusinya di lapangan tidak selalu mencerminkan kualitas sesungguhnya. Situasi ini membuat perannya terasa kurang leluasa, terutama ketika Chelsea membutuhkan ide segar untuk membongkar pertahanan lawan.
Perubahan mulai terasa setelah Liam Rosenior ditunjuk sebagai pelatih kepala. Rosenior datang dengan pendekatan berbeda, memberikan kepercayaan penuh kepada pemain-pemain ofensif untuk mengekspresikan kemampuan terbaik mereka. Bagi Palmer, kehadiran pelatih baru tersebut menjadi angin segar yang langsung berdampak pada kenyamanan bermainnya.
Palmer merasa lebih bebas dalam mengambil inisiatif, baik saat mengatur tempo serangan, mencari celah di antara lini lawan, maupun melepaskan tembakan dari area berbahaya. Kebebasan berkreasi itu membuatnya tampil lebih percaya diri dan berani mengambil risiko, sesuatu yang selama ini menjadi ciri khas permainannya.
Pendekatan Rosenior juga dinilai selaras dengan karakter Palmer sebagai pemain muda yang terus berkembang. Kepercayaan yang diberikan sang pelatih bukan hanya meningkatkan performa individu, tetapi juga berdampak positif pada dinamika permainan tim secara keseluruhan. Chelsea kini terlihat lebih cair dalam membangun serangan, dengan Palmer berperan sebagai salah satu motor utama.
Dengan kondisi ini, ekspektasi terhadap Cole Palmer pun semakin tinggi. Dukungan penuh dari pelatih dan ruang untuk berekspresi diyakini akan memicu ledakan performa sang gelandang dalam sisa musim 2025–2026. Jika konsistensi dapat dijaga, Palmer berpeluang menjadi pembeda bagi Chelsea dalam persaingan ketat di Liga Inggris maupun kompetisi lainnya.
