Chelsea Goyah di Momen Krusial, Liam Rosenior Tetap Dapat Dukungan Penuh

Performa Chelsea tengah menjadi sorotan setelah rentetan hasil negatif yang datang di fase penting musim ini. Kekalahan telak 0-3 dari Everton menjadi pukulan terbaru, sekaligus menandai empat kekalahan beruntun—situasi yang terakhir kali terjadi pada 2023.

Hasil tersebut membuat posisi Chelsea di klasemen Premier League turun ke peringkat keenam. Padahal, ambisi besar klub adalah mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan. Meski hanya terpaut satu poin dari Liverpool di posisi kelima, jarak ke empat besar semakin melebar dan margin kesalahan kian tipis.

Di tengah tekanan tersebut, manajer Liam Rosenior tetap mendapat dukungan penuh dari manajemen klub. Tidak ada indikasi bahwa posisinya terancam, meskipun hasil di lapangan belum konsisten. Rosenior, yang didatangkan pada Januari menggantikan Enzo Maresca, justru terus dilibatkan dalam perencanaan jangka panjang, termasuk diskusi transfer bersama direktur olahraga.

Awal kepemimpinannya sempat menjanjikan. Empat kemenangan beruntun di laga awal berhasil membawa Chelsea kembali ke jalur persaingan papan atas. Namun, performa tim kembali menurun dengan hanya satu kemenangan dari enam laga terakhir, membuat mereka kembali terlempar dari zona Liga Champions.

Berbagai faktor menjadi penyebab inkonsistensi ini. Masalah cedera dan disiplin pemain masih menghantui, ditambah jadwal pertandingan yang sangat padat. Sejak awal musim lalu, Chelsea tercatat telah memainkan lebih dari 100 pertandingan di berbagai kompetisi—terbanyak dibanding klub lain di liga.

Untuk mengatasi kelelahan pemain, rotasi besar-besaran pun dilakukan. Tercatat, Chelsea telah melakukan 99 perubahan susunan pemain di liga musim ini, angka tertinggi di antara semua tim. Namun, strategi ini juga berdampak pada kurangnya stabilitas permainan di lapangan.

Rosenior sendiri tetap optimistis. Ia menegaskan bahwa timnya telah mengumpulkan 17 poin dari 10 pertandingan sejak dirinya mengambil alih, sebuah catatan yang sebenarnya cukup kompetitif jika dibandingkan dengan tim lain di papan atas.

Ujian berat sudah menanti di depan mata. Chelsea akan menghadapi jadwal krusial melawan tim-tim besar seperti Manchester City dan Manchester United, yang bisa menjadi penentu arah musim mereka.

Kini, pertanyaannya bukan hanya soal taktik atau strategi, tetapi juga mentalitas. Mampukah Chelsea bangkit di tengah tekanan dan kembali ke jalur kemenangan? Atau justru semakin terpuruk di fase akhir musim?

Yang jelas, semua mata kini tertuju pada Stamford Bridge.

Mungkin Anda Menyukai