Chelsea Catat Kerugian Terbesar dalam Sejarah Premier League

Chelsea baru saja merilis laporan keuangan yang mengejutkan. Klub asal London Barat itu mencatat kerugian sebelum pajak sebesar £262,4 juta untuk periode yang berakhir 30 Juni 2025.

Angka tersebut menjadi yang terbesar dalam sejarah Premier League. Rekor sebelumnya dipegang oleh Manchester City pada musim 2010–2011.

Kerugian ini dipicu oleh lonjakan biaya operasional yang signifikan dibanding musim sebelumnya. Padahal, pada musim 2023/2024 Chelsea sempat mencatat keuntungan setelah melepas sejumlah aset klub.

Kini, kondisi keuangan mereka kembali tertekan meski pendapatan tetap tinggi. Situasi ini menjadi peringatan serius bagi manajemen di tengah ambisi besar era kepemilikan baru.

Biaya Membengkak, Komisi Agen Jadi Sorotan
Salah satu faktor utama kerugian adalah tingginya pengeluaran untuk komisi agen pemain. Chelsea menghabiskan sekitar £65,1 juta untuk biaya tersebut pada musim 2025/2026.

Jumlah itu menjadi yang terbesar di liga. Sebagai perbandingan, total pengeluaran seluruh klub Premier League untuk agen mencapai £460,3 juta, dengan Chelsea sebagai penyumbang terbesar.

Manajemen menjelaskan bahwa tingginya biaya ini tidak lepas dari aktivitas transfer yang intens, termasuk penjualan pemain. Dalam sistem transfer modern, klub penjual tetap memiliki kewajiban membayar komisi agen.

Masih Aman dari Aturan Keuangan
Meski mencatat kerugian besar, Chelsea masih dinilai tidak melanggar aturan keuangan liga, yakni Profitability and Sustainability Rules (PSR).

Hal ini karena beberapa pengeluaran—seperti investasi stadion, akademi, dan tim wanita—tidak dihitung dalam batas kerugian. Dalam aturan tersebut, klub hanya diperbolehkan merugi maksimal £105 juta dalam periode tiga tahun.

Chelsea sendiri masih berada dalam batas aman dan optimistis kondisi finansial mereka akan membaik. Klub memproyeksikan pendapatan bisa mencapai £700 juta pada musim 2025/2026.

Partisipasi di kompetisi internasional juga menjadi sumber pemasukan tambahan yang diharapkan mampu menyeimbangkan pengeluaran besar, terutama sejak era kepemilikan Todd Boehly yang telah menggelontorkan dana besar untuk belanja pemain.

Bayang-Bayang Kasus Lama
Di luar kondisi saat ini, Chelsea juga masih dibayangi kasus lama dari era Roman Abramovich.

Klub masih menunggu keputusan dari The Football Association terkait dugaan pelanggaran pembayaran agen di masa lalu.

Manajemen telah menyiapkan dana cadangan untuk mengantisipasi potensi sanksi. Langkah ini diambil agar operasional klub tetap stabil jika denda benar-benar dijatuhkan.

Sebelumnya, Chelsea juga pernah menghadapi kasus serupa dan berhasil menghindari pengurangan poin setelah bersikap kooperatif. Saat itu, mereka hanya dikenai denda sebesar £10,75 juta serta pembatasan aktivitas transfer sementara.

Mungkin Anda Menyukai