Cerita Kevin Diks Usai Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026: “Saya Memilih dengan Segala Kebanggaan dan Cinta, Termasuk Kegagalan”

Bek Timnas Indonesia, Kevin Diks, berbagi cerita tentang kegagalan timnya melaju ke Piala Dunia 2026. Kisah tersebut disampaikannya dalam kanal YouTube Spelerspraat yang tayang pada Jumat (16/1/2026).

Kevin Diks mengenang momen penting saat dirinya membawa Timnas Indonesia meraih kemenangan 1-0 atas Arab Saudi melalui eksekusi penalti pada laga pertama Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Pemain berusia 28 tahun itu mengaku sama sekali tidak trauma mengambil tendangan penalti, meski sebelumnya gagal mencetak gol saat menghadapi Australia pada putaran ketiga kualifikasi.

Bahkan, Kevin Diks sempat dua kali sukses mengeksekusi penalti ke gawang Arab Saudi. Namun, Timnas Indonesia tetap harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 2-3 pada laga 8 Oktober 2025.

“Setelah itu tentu sangat sulit. Namun, saya telah memilih Indonesia dengan segala kebanggaan dan cinta. Dan di dalam pilihan itu juga termasuk kegagalan,” ujar Kevin Diks.

Proses Pembelajaran Menuju Turnamen Berikutnya

Kevin Diks memandang pencapaian Timnas Indonesia hingga putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia sebagai bagian dari proses pembelajaran penting, terutama menjelang Piala Asia 2027.

“Ini juga bagian dari proses belajar. Mungkin memang ini bukan turnamen kami. Tapi kesempatan berikutnya pasti akan datang,” ucapnya.

“Kami akan melakukan segalanya untuk itu. Tahun depan ada Piala Asia, dan kami akan memberikan segalanya,” lanjut pemain Borussia Mönchengladbach tersebut.

Ajakan Menonton Langsung Timnas Indonesia

Kevin Diks juga mengajak rekan-rekannya, termasuk publik sepak bola internasional, untuk menyaksikan langsung atmosfer pertandingan Timnas Indonesia. Dalam waktu dekat, skuad Garuda akan menjadi tuan rumah ajang FIFA Series pada Maret 2026.

Sejumlah negara dikabarkan bakal menjadi lawan Timnas Indonesia, di antaranya Saint Kitts dan Nevis, Bulgaria, Kepulauan Solomon, serta Yunani.

“Dan untuk Indonesia, sungguh seperti yang saya katakan… kawan, kamu harus datang setidaknya sekali. Saya selalu bilang ke semua orang, datanglah sesegera mungkin supaya kamu bisa merasakannya sendiri. Itu level yang berbeda,” tutur Kevin Diks.

Mungkin Anda Menyukai