Penyerang Persija Jakarta, Alaaeddine Ajaraie, menjalani Ramadan pertamanya di Indonesia dengan manis. Momen itu bertepatan dengan kemenangan 2-1 atas PSM Makassar pada pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026 di Jakarta International Stadium, Jumat (20/2).
Ajaraie turut mencetak gol pembuka pada menit ke-29, membawa Macan Kemayoran unggul dan membantu tim mengamankan tiga poin di kandang.
Lahir di Rabat, Maroko, 5 Januari 1993, Ajaraie mengaku sudah terbiasa bermain di bulan suci Ramadan.
Pengalaman Ramadan di Indonesia
Saat ditanya soal kesan menjalani Ramadan di Indonesia, Ajaraie menyebut hal itu bukan pengalaman baru baginya sebagai seorang Muslim.
“Ini normal bagi saya. Saya seorang Muslim dan sudah sering bermain di bulan Ramadan,” ujarnya.
Ia bahkan menilai laga malam hari seperti di JIS tidak terlalu berat dibanding pengalaman sebelumnya.
“Pernah saya bermain di sore hari sebelum Magrib. Itu lebih sulit,” katanya.
Merasa Tidak Terkendala
Ajaraie mengaku tidak mengalami kendala berarti selama berpuasa. Ia meyakini ada kekuatan tambahan yang ia rasakan di bulan Ramadan.
“Saya percaya Allah memberi kami kekuatan lebih di bulan Ramadan. Alhamdulillah,” ucapnya.
Bermain di negara dengan mayoritas penduduk Muslim juga membuatnya merasa nyaman. Ia mengaku bahagia tinggal di Indonesia bersama keluarganya.
“Hal itu membuat saya lebih nyaman tinggal di sini, bagi saya dan keluarga. Alhamdulillah,” tambahnya.
Ramadan, Bulan Terbaik
Ajaraie juga bersyukur atas gol yang dicetaknya dan bertekad memberi kontribusi lebih besar lagi.
“Alhamdulillah atas gol saya dan bisa membantu tim. Saya ingin memberi lebih banyak lagi untuk pertandingan berikutnya, InshaAllah,” tuturnya.
Menurutnya, Ramadan adalah bulan terbaik bagi umat Muslim. Ia menegaskan kebanggaannya bisa membela Persija.
“Ramadan bagi saya adalah bulan terbaik. Saya datang ke sini untuk membantu tim besar ini. Merupakan kebanggaan bagi saya bermain untuk Persija. Alhamdulillah,” pungkasnya.
