Casemiro memasuki fase krusial dalam kariernya menjelang Piala Dunia 2026. Gelandang berpengalaman asal Brasil itu memikul ambisi besar: membantu Manchester United mengamankan tiket Liga Champions, menjaga tempat di tim nasional, sekaligus menyiapkan langkah berikutnya dalam karier profesionalnya.
Meski telah berusia 33 tahun, kontribusi Casemiro di lini tengah United masih terasa signifikan. Pengalamannya kembali menjadi pembeda dalam kemenangan atas Manchester City dan Arsenal, terutama saat berkolaborasi dengan Kobbie Mainoo.
Di tengah rumor kepergiannya dari Old Trafford pada akhir musim, Casemiro tetap menjadi elemen penting dalam rencana Manchester United untuk menutup musim dengan hasil maksimal.
Pilar Pengalaman di Lini Tengah
Walau tak lagi berada di puncak performa fisik, Casemiro tetap menghadirkan stabilitas dan kepemimpinan di lapangan. Dalam laga-laga besar, ketenangan serta kecerdasannya membaca permainan kerap membantu United menjaga keseimbangan.
Sebelumnya, Ruben Amorim menegaskan peran vital Casemiro di ruang mesin. Kini, di bawah arahan Michael Carrick, gelandang senior tersebut juga dipastikan masih menjadi andalan hingga akhir musim.
Kemenangan dramatis 3-2 atas Arsenal menjadi salah satu bukti. Casemiro tampil solid dan diprediksi kembali mengisi starting XI saat United menghadapi Fulham pada laga berikutnya.
Menjaga Konsistensi Jelang Perpisahan
Kebugaran dan konsistensi Casemiro akan sangat menentukan arah Manchester United dalam sisa musim. Sejak didatangkan dari Real Madrid pada 2022, ia dikenal sebagai salah satu figur paling berpengaruh di ruang ganti.
Casemiro telah mengisyaratkan rencananya meninggalkan United saat kontraknya berakhir di penghujung musim, menutup empat tahun perjalanannya di Old Trafford. Keputusan itu memunculkan beragam reaksi dari suporter—ada yang merasa kepergiannya terlalu cepat, ada pula yang menyesal ia tidak bergabung lebih awal dari Real Madrid.
Ambisi Besar di Piala Dunia 2026
Musim panas mendatang, Casemiro berpeluang tampil di Piala Dunia ketiganya bersama Timnas Brasil setelah Rusia 2018 dan Qatar 2022. Ia akan berusia 34 tahun saat turnamen dimulai.
Hubungannya yang erat dengan Carlo Ancelotti sejak di Real Madrid membuat Casemiro tetap dipercaya sebagai figur pemimpin di skuad Brasil. Selama terhindar dari cedera, ia diprediksi menjadi salah satu nama utama dalam daftar pemain Selecao.
Dalam wawancara dengan ESPN, Casemiro menegaskan bahwa performanya di klub akan sangat menentukan ambisinya di Piala Dunia.
“Tentu saja, jika ingin tampil baik di Piala Dunia, Anda harus bermain baik di klub. Semuanya saling berkaitan,” ujar Casemiro.
“Saya harus tampil maksimal di Manchester United. Piala Dunia adalah mimpi yang saya pikirkan setiap hari, saat terjaga maupun saat tidur. Itu adalah target besar saya musim ini.”
