Timnas Indonesia dipastikan tidak akan bermain di Stadion Nasional saat bertandang ke Singapura di Piala AFF 2026. Skuad Garuda dijadwalkan menantang tuan rumah di Stadion Jalan Besar pada 7 Agustus 2026.
Asosiasi Sepak Bola Singapura (FAS) mengonfirmasi bahwa pertandingan akan digelar di Stadion Jalan Besar. Keputusan ini diambil karena Stadion Nasional akan digunakan untuk perayaan Hari Kemerdekaan Singapura pada 9 Agustus 2026.
FAS menjelaskan bahwa persiapan untuk parade kemerdekaan membutuhkan waktu yang panjang, sehingga Stadion Nasional tidak tersedia. Meski begitu, FA menjamin Stadion Jalan Besar telah memenuhi standar internasional.
“Semua pertandingan kandang dalam turnamen ini direncanakan di Stadion Jalan Besar, yang sesuai dengan persyaratan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk kompetisi internasional,” ujar FAS, dikutip The Straits Times.
“Kami akan terus memberikan informasi terbaru kepada publik dan penggemar mengenai Asean Hyundai Cup, serta berharap dukungan semua orang untuk tim Lions,” tambahnya.
Pergantian Rumput
Ada perubahan signifikan pada permukaan lapangan di Stadion Jalan Besar, yang kini menggunakan rumput alami, bukan lagi rumput sintetis. Renovasi besar dilakukan sejak Agustus 2025 untuk mengganti rumput buatan demi memenuhi regulasi terbaru AFC, yang melarang penggunaan lapangan sintetis untuk kompetisi tingkat tim nasional maupun klub.
Stadion berkapasitas 6.000 penonton ini sebelumnya identik dengan rumput buatan sejak pertama kali dipasang pada 2005. Kini, rumput asli menghiasi lapangan untuk meningkatkan kualitas permainan dan merespons masukan dari berbagai pihak.
Sambutan Positif Kapten Singapura
Kapten Singapura, Hariss Harun, menyambut positif perpindahan markas meski kapasitas penonton di Jalan Besar lebih kecil dibanding Stadion Nasional. Ia menilai stadion ini sebagai rumah spiritual bagi The Lions karena atmosfernya yang intim.
“Bermain di Stadion Nasional tentu menyenangkan, tetapi kami memiliki banyak kenangan indah di Jalan Besar,” ujar Hariss Harun.
“Kami menyebutnya rumah spiritual kami, dan selalu mendapat dukungan luar biasa di sana. Tribunenya lebih dekat ke lapangan, sehingga meski kapasitas lebih kecil, para penggemar bisa menciptakan atmosfer yang sangat baik dan menular ke tim,” imbuhnya.
