BRI Super League: Minim Kontribusi, Arema FC Resmi Lepas Yann Motta

Teka-teki terkait pemain asing Arema FC yang dilepas menjelang paruh kedua BRI Super League 2025/2026 akhirnya terjawab. Manajemen Singo Edan resmi mengakhiri kerja sama dengan bek asal Brasil, Yann Motta.

Minimnya kontribusi menjadi alasan utama keputusan tersebut. Yann tercatat sebagai pemain asing dengan menit bermain paling sedikit di skuad Arema musim ini. Mantan bek Persija Jakarta itu hanya tampil dalam lima pertandingan dengan total 352 menit bermain.

Catatan tersebut menjadi yang terendah di antara seluruh pemain asing Arema. Manajemen pun menyampaikan apresiasi atas profesionalisme sang pemain selama membela klub.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Yann Motta atas profesionalisme dan dedikasinya. Meski kebersamaan kami tidak panjang, Yann menunjukkan komitmen yang baik,” ujar General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi.

Dalam sesi latihan Arema pada Selasa sore (14/1/2026), Yann Motta sudah tidak terlihat. Hal itu menandakan kesepakatan antara pemain dan manajemen untuk mengakhiri kontrak lebih awal telah tercapai.

“Statusnya dilepas permanen. Manajemen mendoakan yang terbaik untuk kariernya ke depan,” lanjut Yusrinal.

Masa Depan Yann Motta Masih Tanda Tanya

Biasanya, Arema FC memilih melepas pemain pada paruh musim dengan skema peminjaman guna meminimalkan beban finansial. Namun, dalam kasus Yann Motta, manajemen memutuskan untuk melepasnya secara permanen.

Keputusan tersebut diduga diambil karena sulitnya mencarikan klub baru bagi pemain yang minim menit bermain. Hingga kini, belum diketahui ke mana Yann akan melanjutkan kariernya.

Jika tetap ingin berkarier di Indonesia, opsi turun kasta ke Liga 2 terbuka. Namun, kemungkinan kembali ke Brasil juga menjadi pilihan realistis bagi bek berusia 29 tahun tersebut.

Pengalaman Yann di Indonesia sebelumnya pun terbilang kurang mulus. Pada 2021, ia dilepas Persija Jakarta dan baru mendapatkan klub kembali di Brasil pada 2023. Jika situasi serupa terulang, hal ini tentu menjadi catatan kurang menguntungkan bagi kariernya.

Dari Andalan ke Pelapis

Pada awal musim, Yann Motta sejatinya sempat menjadi pilihan utama di lini belakang Arema. Ia tampil solid saat membantu Singo Edan meraih kemenangan 5-2 atas PSBS Biak di laga pembuka.

Namun, nasib berubah pada pertandingan kedua saat Arema bertandang ke markas PSIM Yogyakarta. Yann menerima kartu merah pada menit ke-54 dan harus menjalani sanksi larangan bermain dalam dua pertandingan.

Sejak saat itu, posisinya mulai tergeser. Pelatih Marcos Santos lebih mempercayakan peran bek tengah kepada pemain lain.

Yann sempat mendapat kesempatan kembali saat menghadapi Dewa United dan Persib Bandung. Sayangnya, Arema menelan kekalahan dalam dua laga tersebut di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Sejak itu, Yann semakin jarang masuk dalam susunan pemain dan lebih sering hanya menjadi penonton dari tribun.

Mungkin Anda Menyukai