BRI Super League: Manajer PSIM Tanggapi Kartu Merah Franco Ramos, Sang Gelandang Terima dengan Lapang Dada

Manajer PSIM Yogyakarta, Razzi Taruna, memberikan penjelasan terkait kartu merah yang diterima gelandang asing mereka, Franco Ramos, saat menghadapi Madura United pada pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026, Jumat (10/1/2026).

Insiden tersebut menjadi perhatian karena terjadi di laga yang justru berakhir manis bagi PSIM. Laskar Mataram menang telak 3-0 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, sekaligus menjadi momen gol perdana Franco Ramos di kompetisi Liga Indonesia.

Razzi mengungkapkan bahwa manajemen PSIM telah melakukan berbagai langkah komunikasi menyusul hukuman kartu merah tersebut. Namun, ia mengakui peluang sanksi itu untuk dianulir sangat tipis.

“PSIM tentu berusaha melakukan berbagai upaya terkait kartu merah Franco. Akan tetapi, setelah banyak berkomunikasi, sepertinya peluang untuk membatalkan hukuman itu cukup kecil,” ujar Razzi, Selasa (20/1/2026).

Ia menambahkan bahwa hukuman kemungkinan tetap berlaku, selama tidak ada sanksi tambahan yang dijatuhkan kepada sang pemain selain larangan tampil satu pertandingan.

Emosi yang Bercampur

Di sisi lain, Franco Ramos mengaku menerima hasil laga tersebut dengan perasaan yang tidak sederhana. Di satu sisi, ia berhasil mencetak gol pertamanya di Indonesia melalui situasi bola mati, namun di sisi lain harus mengakhiri pertandingan lebih cepat akibat kartu merah.

“Tendangan bebas sebenarnya bukan tugas utama saya, tetapi saya selalu siap membantu tim saat ada kesempatan dari bola mati atau sepak pojok,” ujar gelandang asal Argentina itu.

Gol tersebut terasa istimewa baginya karena membantu tim meraih kemenangan sekaligus menjadi gol perdananya bersama PSIM. Ia pun mempersembahkan gol itu untuk sang ibu.

“Itu momen yang sangat spesial. Kami mendapatkan tiga poin dan saya mencetak gol pertama di Indonesia. Gol itu saya dedikasikan untuk ibu saya,” ucapnya.

Namun, Franco mengakui emosinya bercampur aduk. “Ada kebahagiaan, lalu datang kesedihan. Tapi inilah sepak bola, hal seperti ini bisa terjadi pada siapa saja.”

Sikap Dewasa Menyikapi Keputusan Wasit

Franco Ramos juga menyampaikan pandangannya terkait pelanggaran yang berujung kartu merah. Meski merasa ada pelanggaran lebih dulu terhadap dirinya, ia memilih untuk tidak memperpanjang polemik.

“Saat itu saya merasa pemain Madura melakukan pelanggaran kepada saya, dan sampai sekarang saya masih berpikir demikian. Tapi tidak apa-apa, semua orang bisa melakukan kesalahan, termasuk wasit. Pada akhirnya kita semua manusia,” tuturnya.

Ia pun menegaskan akan tetap mendukung tim meski harus absen di laga berikutnya. “Saya tentu akan merindukan bermain bersama tim, tapi saya akan tetap bekerja keras di latihan dan mendukung rekan-rekan agar tampil maksimal,” tegas Franco.

Akibat kartu merah tersebut, Franco Ramos dipastikan tidak bisa tampil saat PSIM Yogyakarta menjamu Persebaya Surabaya pada pekan ke-18 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Minggu (25/1/2026) pukul 15.30 WIB.

Mungkin Anda Menyukai