BRI Super League: Dibantai Malut United, Caretaker PSBS Soroti Fisik Pemain dan Kepemimpinan Wasit

PSBS Biak menelan kekalahan pahit pada laga pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026. Tim berjuluk Badai Pasifik itu harus menyerah dengan skor telak 2-6 saat bertandang ke markas Malut United di Stadion Gelora Kie Raha, Minggu (4/1/2026) sore WIB.

Enam gol Malut United dicetak oleh Gustavo França (16’), Yakob Sayuri (40’), Tyronne del Pino (51’), David da Silva (56’), Ciro Alves (77’ penalti), dan Frets Butuan (90+2’). Sementara dua gol balasan PSBS lahir lewat Yano Putra (69’) dan Heri Susanto (80’).

Kekalahan tersebut menjadi yang terbesar bagi PSBS Biak sepanjang musim ini. Caretaker pelatih PSBS, Kahudi Wahyu Widodo, mengakui timnya terlalu mudah kebobolan.

“Pertandingan sebenarnya berjalan normal, tidak ada masalah besar. Namun secara pribadi saya menilai jumlah gol yang bersarang di gawang kami terlalu banyak,” ujar Kahudi usai pertandingan.

Ia juga menyinggung waktu persiapan yang dinilai kurang ideal bagi timnya.
“Sejak awal sudah saya sampaikan, persiapan kami cukup mepet. Ada libur tahun baru, lalu perjalanan ke sini juga cukup padat dan melelahkan,” lanjutnya.

Kondisi Fisik Dinilai Tak Optimal

Selain faktor persiapan, Kahudi menilai kondisi fisik para pemain PSBS tidak berada pada level terbaik. Sejumlah pemain absen akibat akumulasi kartu kuning, sementara gelandang Eduardo Barbosa disebut tampil dalam kondisi kurang fit.

“Ada beberapa pemain yang tidak bisa bermain karena kartu kuning. Eduardo juga ternyata sedang sakit. Kondisi ini sangat memengaruhi performa tim, terutama secara fisik,” jelasnya.

Mantan pelatih PSIS Semarang itu juga menyoroti buruknya transisi bertahan PSBS, yang kerap dimanfaatkan Malut United untuk melancarkan serangan balik cepat.

“Setiap kami menyerang lalu terkena counter, ada pemain yang sudah tidak sanggup berlari. Itu jelas masalah fisik dan akan menjadi bahan evaluasi ke depan,” ucap Kahudi.

Singgung Keputusan Wasit

Tak hanya aspek teknis, Kahudi turut mengkritik keputusan wasit yang dinilainya merugikan PSBS dan berdampak pada mental pemain. Pertandingan ini dipimpin oleh wasit lokal, Sance Lawita.

“Saya sedikit kecewa dengan keputusan wasit. Seharusnya itu penalti, tetapi yang diberikan justru tendangan bebas. Dalam kondisi lelah, pemain jadi terpengaruh dan akhirnya mental mereka semakin turun,” keluhnya.

Meski kalah telak, Kahudi tetap memberikan apresiasi kepada para pemain atas perjuangan mereka. Ia juga menilai perubahan skema dengan memainkan dua penyerang di babak kedua memberikan efek positif.

“Saya berterima kasih kepada pemain karena sudah berjuang maksimal. Kami mengubah skema menjadi dua striker dan alhamdulillah bisa mencetak dua gol di babak kedua,” ujarnya.

Hari Berat bagi PSBS

Penjaga gawang PSBS, Kadu, juga mengakui laga melawan Malut United menjadi pertandingan yang sangat berat bagi timnya.

“Pertandingan hari ini sangat sulit. Kebobolan enam gol dalam satu laga itu terlalu banyak dan jelas tidak baik,” kata kiper asal Angola tersebut.

“Malut United adalah tim yang kuat, mereka punya penyerang dan gelandang yang berkualitas. Sekarang kami butuh istirahat dan menganalisis apa yang tidak berjalan baik hari ini. Kami harus fokus menatap laga berikutnya,” tambahnya.

Kekalahan ini membuat PSBS Biak tetap tertahan di peringkat ke-15 klasemen sementara BRI Super League 2025/2026, tepat di batas aman zona degradasi, dengan koleksi 13 poin. Sementara Malut United naik ke posisi ketiga dengan raihan 34 poin.

Mungkin Anda Menyukai