Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap kinerja wasit Muhammad Tri Santoso saat timnya menghadapi Persik Kediri pada pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026.
Laga antara Maung Bandung dan Macan Putih yang digelar di Stadion Brawijaya, Kediri, pada Senin (5/1/2026) malam tersebut berakhir imbang 1-1.
Alih-alih mengulas hasil akhir maupun jalannya pertandingan, pelatih asal Kroasia itu justru memilih menyoroti kepemimpinan wasit yang memimpin laga.
“Ini pertama kalinya saya berbicara soal wasit. Saya tidak senang dengan kepemimpinannya. Kami pasti akan mengirimkan surat keberatan, karena saya sendiri tidak tahu harus mengatakan apa lagi,” tegas Bojan Hodak usai pertandingan.
Saat diminta menjelaskan lebih rinci alasan kekecewaannya, Bojan memilih menahan diri. Ia mengaku tidak ingin pernyataannya berujung pada sanksi.
“Saya tidak bisa menjelaskannya, karena kalau saya bicara, gaji saya bisa dipotong. Jadi saya tidak mau,” ujarnya.
Pilih Bungkam
Kekecewaan tersebut kembali ditegaskan Bojan ketika disinggung soal kartu kuning yang diterimanya dalam laga tersebut.
“Itulah alasan mengapa saya tidak puas dengan wasit,” kata mantan pelatih PSM Makassar itu singkat.
Bahkan saat awak media menanyakan harapannya terhadap kepemimpinan wasit pada laga sarat gengsi kontra Persija Jakarta yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Januari mendatang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bojan tetap memilih bungkam.
“Pertandingan berikutnya kami melawan Persija. Ya, Anda tahu sendiri. Orang-orang mulai memikirkan semua hal ini, jadi lebih baik saya tidak berbicara,” pungkasnya.
