Bermain di hadapan publik sendiri di Stadion Gelora Bung Tomo, Persebaya Surabaya harus menelan kekalahan pahit. Dalam lanjutan pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026, Sabtu (14/2/2026), Bajul Ijo takluk 1-2 dari tamunya, Bhayangkara FC.
Tuan rumah sempat tertinggal dua gol lebih dulu sebelum memperkecil ketertinggalan lewat gol tunggal Mihailo Perovic pada menit ke-64. Namun, upaya tersebut tak cukup untuk menghindarkan Persebaya dari kekalahan.
Hasil ini membuat tim asuhan Bernardo Tavares tertahan di peringkat kelima klasemen sementara dengan koleksi 35 poin.
Rekor Tak Terkalahkan Terhenti
Pengamat sepak bola nasional, Binder Singh, menilai kemenangan Bhayangkara FC sekaligus menghentikan tren positif Persebaya.
“Bhayangkara FC berhasil mematahkan rekor 13 pertandingan tak terkalahkan Persebaya,” ujar Binder melalui kanal YouTube pribadinya.
Menurutnya, kekalahan ini membuat jarak poin Persebaya dengan Malut United semakin melebar. Di sisi lain, kemenangan tersebut membawa Bhayangkara FC semakin mendekati zona papan atas.
Persebaya Kurang Konsisten
Binder menilai Persebaya gagal menjaga konsistensi permainan. Meski unggul dalam penguasaan bola dan tampil menyerang, efektivitas serangan Bajul Ijo dinilai masih kurang.
Ia menyoroti solidnya pertahanan Bhayangkara FC yang bermain rapat (compact defense) dan minim kesalahan di lini belakang. Kondisi itu membuat Persebaya kesulitan menciptakan peluang emas.
“Setiap kali menghadapi tim dengan pertahanan yang disiplin dan terorganisir, Persebaya kerap mengalami kebuntuan,” analisis Binder.
Dinilai Belum Belajar dari Laga Sebelumnya
Binder juga menilai Persebaya belum sepenuhnya belajar dari pertandingan sebelumnya saat hanya bermain imbang 1-1 melawan Dewa United. Padahal, sebelumnya mereka sempat meraih kemenangan meyakinkan 3-1 atas Bali United.
Ia pun mengaku cukup heran dengan perkembangan taktik Persebaya di bawah arahan Bernardo Tavares.
“Bernardo Tavares adalah pelatih yang bagus, tetapi sejauh ini Persebaya masih kesulitan menemukan formula saat menghadapi pertahanan yang kokoh,” tutup Binder.
Kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah bagi Persebaya untuk segera berbenah agar tidak kembali kehilangan poin, terutama saat bermain di kandang sendiri.
