Antusiasme publik Kediri untuk menyaksikan big match BRI Super League 2025/2026 kembali diuji. Duel Persik Kediri kontra Persib Bandung pada pekan ke-16, Senin (5/1/2026), di Stadion Brawijaya, justru hadir dengan kuota penonton sangat terbatas.
Persib datang sebagai juara bertahan dengan kekuatan penuh, sementara Persik membutuhkan dukungan suporter untuk memperbaiki posisi di klasemen. Namun, panitia hanya mendapatkan izin menjual tiga ribu tiket, jauh di bawah ekspektasi untuk pertandingan sekelas ini.
Jumlah ini juga menurun signifikan dibanding laga kandang Persik sebelumnya. Saat menjamu Semen Padang, mereka mampu menjual hingga lima ribu tiket. Kini, dari total kapasitas stadion sekitar 12 ribu penonton, hanya seperempatnya yang bisa hadir.
Keputusan Keamanan Jadi Pertimbangan Utama
Pembatasan tiket dilakukan setelah koordinasi dengan pihak keamanan untuk menjaga kelancaran dan ketertiban pertandingan. Keputusan ini membuat laga terasa eksklusif sekaligus menantang bagi suporter, karena atmosfer stadion berpotensi kurang maksimal.
“Jumlah tiga ribu tiket ini sesuai hasil rapat koordinasi dengan Polres Kediri Kota. Banyak pertimbangan sebelum kuota ditetapkan dan kami harus mematuhinya. Tentu saja kami menyayangkan, karena ini laga big match,” ujar Ketua Panpel Persik, Tri Widodo.
Daya Tarik Persib Tetap Tinggi
Meski terbatas, minat publik untuk menyaksikan Persik vs Persib tetap tinggi. Maung Bandung menjadi magnet besar bagi pencinta sepak bola nasional. Status mereka sebagai juara bertahan back-to-back, ditambah kehadiran pemain bintang, membuat laga ini sarat gengsi dan emosi.
“Antusiasme penonton sangat tinggi karena ingin melihat langsung pemain Timnas Indonesia seperti Thom Haye dan Eliano Reijnders, yang biasanya hanya bisa disaksikan lewat televisi. Ditambah lagi, Persib sedang bersaing mempertahankan gelar juara musim ini,” kata Tri Widodo.
