Performa impresif Kobbie Mainoo menjadi salah satu kisah paling menarik dalam periode kepelatihan sementara Michael Carrick di Manchester United. Namun di balik kebangkitannya sebagai starter utama, masa depan gelandang 20 tahun itu di Old Trafford belum sepenuhnya aman.
Musim ini, Mainoo sempat berada di persimpangan. Tahun lalu, ia menolak tawaran kontrak baru tak lama setelah penunjukan Ruben Amorim sebagai manajer.
Di bawah kepemimpinan Amorim yang berlangsung penuh gejolak, Mainoo perlahan tersingkir dari tim utama. Hingga sang pelatih didepak pada Januari lalu, produk akademi United itu bahkan belum sekali pun menjadi starter di Premier League musim ini.
Namanya pun ramai dikaitkan dengan pintu keluar pada bursa transfer musim dingin. Napoli disebut sebagai peminat serius setelah sebelumnya gagal memboyongnya pada musim panas.
Carrick Datang, Mainoo Kembali Bersinar
Situasi berubah drastis ketika Carrick ditunjuk sebagai manajer interim. Mainoo langsung dikembalikan ke starting XI dan selalu tampil sebagai starter dalam enam laga terakhir di semua kompetisi.
Kepercayaan itu dibayar tuntas. Ia tampil matang, disiplin, dan memperlihatkan kualitas yang membuatnya digadang-gadang sebagai salah satu gelandang masa depan Inggris. Sejauh ini, Mainoo telah mengoleksi 10 caps bersama timnas Inggris dan berpeluang tampil di Piala Dunia musim panas mendatang.
Carrick sendiri mengaku sudah mengikuti perkembangan Mainoo sejak usia remaja.
“Apa yang dilakukan Kobbie di usia semuda itu benar-benar luar biasa. Bermain di level setinggi ini dan tampil di laga besar bukan hal mudah,” ujar Carrick kepada BBC Sport.
Kontrak Menipis, Negosiasi Belum Temui Titik Terang
Meski kembali menjadi figur penting di lini tengah, situasi kontrak Mainoo justru menyisakan tanda tanya. Musim panas ini, ia akan memasuki 12 bulan terakhir dalam kontraknya.
Pembicaraan perpanjangan kontrak disebut belum kembali dilanjutkan setelah sempat menemui jalan buntu tahun lalu. United memang memiliki opsi perpanjangan satu tahun hingga 2028, namun Mainoo dikabarkan menginginkan kenaikan signifikan dari gajinya yang saat ini berada di kisaran £25.000 per pekan.
Sang pemain disebut ingin bertahan di Old Trafford. Namun jika negosiasi berjalan lambat, peluang bagi klub lain untuk masuk tetap terbuka. Sebelumnya, Chelsea dan Bayern Munich sempat dikaitkan dengan gelandang muda tersebut.
Aset Masa Depan yang Tak Boleh Hilang
Situasi ini menjadi semakin krusial mengingat United dipastikan kehilangan satu gelandang senior pada akhir musim. Casemiro telah mengonfirmasi akan hengkang ketika kontraknya berakhir pada Juni mendatang.
Jika Carrick akhirnya ditunjuk sebagai manajer permanen, hampir pasti Mainoo akan menjadi bagian sentral dalam proyek jangka panjangnya.
Akhir pekan ini, United memburu catatan tujuh laga tanpa kekalahan saat menjamu Crystal Palace.
Bagi Mainoo, pertandingan itu bukan sekadar soal tiga poin — tetapi juga kesempatan untuk terus menegaskan bahwa ia layak menjadi fondasi masa depan Setan Merah.
