Nama Zinedine Zidane kembali dikaitkan dengan kursi pelatih Chelsea. Namun seperti sebelumnya, legenda asal Prancis itu lagi-lagi menolak pendekatan dari klub London Barat tersebut.
Di bawah kepemimpinan Todd Boehly, Chelsea memang kerap melakukan pergantian pelatih. Sejak diambil alih pada 2022, kursi manajer menjadi salah satu posisi paling tidak stabil di klub.
Saat ini, posisi Liam Rosenior tengah berada di bawah tekanan setelah hasil yang kurang konsisten, termasuk kekalahan dari Paris Saint-Germain dan Arsenal. Situasi ini membuat manajemen kembali melirik Zidane.
Sudah Dua Kali Menolak
Chelsea sebenarnya sudah lebih dari sekali mencoba mendekati Zidane. Upaya pertama terjadi sebelum penunjukan Mauricio Pochettino pada 2023. Setelah itu, pergantian ke Enzo Maresca pun tidak mengubah pendirian Zidane.
Meski terus dirayu, eks pelatih Real Madrid itu tetap menutup pintu untuk Chelsea.
Punya Prioritas Sendiri
Alasan utama Zidane ternyata sederhana: ia hanya tertarik melatih dua tim, yaitu Real Madrid dan Timnas Prancis.
Kedua tim tersebut memiliki ikatan emosional kuat dalam kariernya, baik sebagai pemain maupun pelatih. Karena itu, proyek lain—termasuk dari Chelsea—tidak cukup menarik baginya.
Peluang Zidane menangani Prancis bahkan semakin terbuka. Didier Deschamps sudah mengonfirmasi akan mundur setelah Piala Dunia 2026, membuka jalan bagi Zidane untuk mengambil alih.
Banyak Peminat, Tapi Tetap Teguh
Selain Chelsea, sejumlah klub besar seperti Manchester United dan Paris Saint-Germain juga sempat mencoba mendekatinya.
Bahkan tawaran besar datang dari Al Ahli yang diperkuat Riyad Mahrez dan Edouard Mendy. Namun semua itu tetap belum cukup untuk mengubah pendiriannya.
Hingga kini, Zidane masih menunggu momen yang tepat untuk kembali ke dunia kepelatihan—dan tampaknya, Stamford Bridge bukanlah tujuannya.
