Sorotan dunia masih tertuju pada Cristiano Ronaldo meski usianya telah menginjak 41 tahun. Bintang Al Nassr itu ditegaskan tetap menjadi sosok sentral di Portugal oleh sang pelatih, Roberto Martinez.
Walau tengah menepi akibat cedera, peran Ronaldo dinilai jauh lebih besar dari sekadar pemain biasa. Ia tetap menjadi pemimpin, inspirasi, sekaligus “nyawa” permainan Portugal di dalam dan luar lapangan.
Absennya Ronaldo dalam beberapa laga uji coba sempat menimbulkan kekhawatiran. Namun, Martinez memastikan kondisi sang kapten tidak mengkhawatirkan dan proses pemulihannya berjalan positif.
Bagi Martinez, Ronaldo bukan pemain yang bisa dinilai dari usia. Mentalitas, dedikasi, dan rasa lapar untuk terus berkembang menjadi alasan utama mengapa ia masih berada di level tertinggi.
“Cristiano adalah kapten kami, panutan, dan pemain dengan rasa lapar yang luar biasa,” ujar Martinez.
Lebih dari itu, pengaruh Ronaldo juga terasa besar dalam ruang ganti. Ia menjadi teladan bagi para pemain muda Portugal yang sedang berkembang dan mencari arah di level internasional.
“Dia adalah inspirasi bagi generasi baru, sosok yang menunjukkan nilai dan jalan yang harus ditempuh,” tambahnya.
Di tengah keraguan soal fisiknya, Ronaldo justru masih tampil produktif. Dalam 30 laga terakhir, ia mampu mencetak 25 gol—bukti bahwa ketajamannya belum memudar.
Cedera hamstring yang dialaminya saat membela Al Nassr pun disebut tidak serius. Martinez bahkan optimistis sang megabintang bisa segera kembali berlatih dalam waktu dekat.
Spekulasi soal kapan Ronaldo akan pensiun terus bermunculan. Namun, Martinez memilih realistis dan enggan menebak masa depan pemain legendaris tersebut.
“Sulit memprediksi masa depan Cristiano. Dia selalu fokus menjadi yang terbaik hari ini,” tegasnya.
Dengan mentalitas dan performa yang masih terjaga, Cristiano Ronaldo tampaknya belum akan menghilang dari panggung sepak bola dunia dalam waktu dekat.
